Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Main ke rumah tetangga, bocah 8 tahun di Palembang malah diperkosa

Main ke rumah tetangga, bocah 8 tahun di Palembang malah diperkosa Ilustrasi Pencabulan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pegawai PT Kereta Api Indonesia (KAI) Kertapati Palembang berinisial ST (50) dilaporkan atas dugaan perkosaan terhadap bocah berusia delapan tahun inisial PP. Lama memendam malu, korban akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya.

Laporan tersebut disampaikan pihak keluarga korban ke SPKT Polresta Palembang, Selasa (20/12). Keluarga berharap, pelaku segera diringkus karena telah berbuat bejat.

Dalam laporannya disebutkan, perkosaan telah berlangsung satu tahun lalu dan korban baru mengadu ke orangtuanya beberapa hari ini karena takut. Pengakuan korban membuat keluarga kaget lantaran pelaku adalah tetangganya sendiri di kawasan Kecamatan Kertapati Palembang.

Untuk memastikan pengakuan korban, keluarga mendatangi pelaku dan kejadian itu benar adanya. Pelaku mengakui perbuatan tersebut dan meminta diselesaikan secara kekeluargaan dengan membuat pernyataan di atas materai. Namun, pelaku justru melanggar kesepakatan.

"Saya diperkosa bapak itu (terlapor), saya tidak berani mengadu karena takut, selama ini cuma dirahasiakan," ungkap korban PP.

Dikatakannya, perkosaan itu terjadi saat dirinya bertandang ke rumah pelaku yang berada di samping rumahnya. Namun, di rumah hanya ada pelaku dan korban disuruh menonton televisi di ruang tamu.

Asyik menonton, korban kaget karena pelaku mencium pipi dan bibirnya secara tiba-tiba. Tak sampai di situ, pelaku juga mengarahkan tangan korban untuk memegang kemaluan. Meski berontak, korban tak bisa berbuat apa-apa dan terjadilah perkosaan itu.

"Mau ngomong takut dimarahi orangtua. Orang itu suruh diam saja," kata PP polos.

Salah seorang keluarga korban yang enggan disebutkan namanya mengatakan, setelah kesepakatan berdamai dilakukan, pelaku tak kunjung melaksanakannya. Bahkan, keberadaan pelaku hingga kini tak lagi diketahui.

"Kami cari di tempat kerjanya, tidak ada. HP nya juga tidak bisa dikontak, mungkin ganti nomor. Keluarganya juga ngaku tidak tahu," kata dia.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Maruly Pardede mengatakan, pihaknya akan mencari keberadaan pelaku. Hal ini juga dikoordinasikan dengan instansi tempat pelaku bekerja karena masih sebagai karyawan.

"Segera kita ringkus, tinggal mencari posisinya sekarang," tukasnya.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP