Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mahasiswa UMY dan Pengajar Bimbel Ketahuan Jadi Joki CPNS di Makassar

Mahasiswa UMY dan Pengajar Bimbel Ketahuan Jadi Joki CPNS di Makassar Peserta Tes CPNS. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Dua pemuda masing-masing berinisial FL (23), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan AS (23), pengajar bimbingan belajar privat di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, ditangkap Polisi Makassar, Senin (3/2).

Keduanya tertangkap basah jadi joki tes seleksi CPNS di gedung kampus UKIP Paulus, Makassar.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono menjelaskan, dua pelaku joki yang jadi peserta seleksi penerimaan CPNS di wilayah Kemenkum HAM ini awalnya diketahui oleh panitia seleksi karena gelagatnya mencurigakan.

"Panitia seleksi mewawancarai para pelaku tersebut dan dicocokkan dengan bahasa serta alamatnya. Dan ternyata para pelaku tersebut tidak mengetahui alamat dan bahasa daerah sesuai KTP yang dia bawa, yang kemudian diketahui KTP peserta tes yang keduanya gantikan," kata Yudhiawan seraya menambahkan, kedua pelaku itu selanjutnya dibawa ke Mapolrestabes untuk proses lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuan salah seorang pelaku itu, kata Yudhiawan, mereka datang ke Makassar menjadi joki ini berawal saat seseorang bernama Widi menghubunginya setelah melihat iklan promosi mengajar privat. Widi menawari untuk mengajar peserta seleksi CPNS. Kedua pelaku ini kemudian ke Makassar dan biaya akomodasinya ditanggung Widi, masing-masing diberi Rp1,5 juta.

"Setiba di Makassar, kedua pelaku dijemput oleh Widi dan hasil pembicaraan bahwa akan diberi imbalan masing-masing Rp10 juta untuk jadi joki. Kedua pelaku bersedia dan seseorang bernama Coki, teman dari Widi memberikan berkas ujian berupa KTP dan kartu peserta ujian," urai Yudhiawan.

Untuk mengelabui petugas, foto bagian kepala di kartu peserta ujian itu diedit menjadi wajah para pelaku tersebut.

"Berbekal KTP serta kartu peserta ujian yang telah dipalsukan itu, kedua pelaku menuju tempat seleksi di gedung kampus UKIP Paulus Makassar. Tapi saat diwawancarai oleh panitia seleksi, cara berbahasanya beda dengan alamat dan bahasa daerah sesuai KTP. Di situlah awal mulanya kedok pelaku ini terbongkar," kata Yudhiawan.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP