Mahasiswa ITB Meninggal Dunia Tertusuk Pasak
Merdeka.com - Seorang mahasiswa ITB meninggal dunia saat melakukan uji coba penerbangan pesawat tanpa awak. Semua itu diduga karena adanya Force Majeure dalam melakukan upaya penerbangan.
Mahasiswa tersebut diketahui bernama Muhammad Rasyid Ghifary, jurusan teknik mesin ITB angkatan 2021. Uji coba penerbangan pesawat tanpa awak itu dilakukan di lapangan Lanud Sulaiman, Kabupaten Bandung, Selasa (6/6).
Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB Tatacipta Dirgantara menyatakan dirinya dan pihak kampus turut berduka dengan peristiwa tersebut.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, uji coba penerbangan pesawat tanpa awak adalah kegiatan unit kegiatan mahasiswa (UKM). Almarhum dan timnya membuat pesawat untuk kontes robot terbang.
"Tim (pembuat pesawat tanpa awak) mahasiswa semua," ucap dia kepada wartawan saat dihubungi, Rabu (7/6).
Kronologi
Menurutnya, sebelum melakukan uji coba, wilayah tersebut diguyur hujan. Mereka memasang alat pelontar termasuk pasak di dalam tanah dengan segala perhitungan.
Saat almarhum dan rekan-rekannya menarik pelontar, pasak yang dipasang terlepas dan mengenai bagian leher almarhum.
"Katapel gede ditarik beberapa orang, dia (almarhum) narik, pasak kecabut mental kena ke korban,” kata dia.
Korban yang terluka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Hanya saja, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal.
"Tadi malam jenazah sudah dibawa ke Jakarta dan akan dimakamkan," ucap dia. "Tentu saja buat kami ini suatu kehilangan dan kami sangat berduka keluarga besar," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya