Mahasiswa FTUI Raih Grand Prix di Ajang Smart City Rusia, Bawa Inovasi Mobilitas Dukuh Atas

Tiga mahasiswa Program Magister PWK FTUI berhasil meraih Grand Prix Winner dalam kompetisi Smart City 2030 di Rusia, menunjukkan inovasi mobilitas Dukuh Atas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Mahasiswa FTUI Raih Grand Prix di Ajang Smart City Rusia, Bawa Inovasi Mobilitas Dukuh Atas
Tiga mahasiswa Program Magister PWK FTUI berhasil meraih Grand Prix Winner dalam kompetisi Smart City 2030 di Rusia, menunjukkan inovasi mobilitas Dukuh Atas. (AntaraNews)

Tiga mahasiswa berprestasi dari Program Magister Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Mereka berhasil meraih Grand Prix Winner dalam ajang bergengsi II International Student and Young Scientist Project Competition | Smart City 2030: Sustainable Urban Development Management in BRICS Countries.

Tim yang menamakan diri Dukuh Atas Mobility Team ini terdiri atas Rr. Adinda Shafa Salsabila, Aulia Finti Alda, dan Sherly Nandya Putri, ketiganya merupakan mahasiswa PWK FTUI angkatan 2024. Keberhasilan ini diumumkan di Kampus UI Depok pada Kamis, 27 Februari, menandai pengakuan internasional atas inovasi mereka.

Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Peter the Great St. Petersburg Polytechnic University (Rusia) bekerja sama dengan Lovely Professional University (India) ini, tim FTUI mengungguli lebih dari 49 peserta dari enam negara dalam kategori Energy and Transport Infrastructure. Proyek mereka berfokus pada transformasi mobilitas di kawasan Dukuh Atas Jakarta.

Inovasi Mobilitas Berkelanjutan di Dukuh Atas

Proyek yang diusung oleh Dukuh Atas Mobility Team berjudul “Dukuh Atas TOD Towards Seamless Mobility Physical and Institutional Integration for Optimizing Intermodal Transfer”. Penelitian ini secara komprehensif menilai kualitas konektivitas jalur perpindahan, kenyamanan, keamanan, serta efisiensi waktu transfer di kawasan tersebut.

Adinda Shafa Salsabila menjelaskan bahwa timnya juga mengkaji aspek kelembagaan, khususnya koordinasi antar-operator transportasi, termasuk integrasi tarif dan jadwal layanan. Pendekatan holistik ini menjadi kunci dalam merumuskan strategi peningkatan mobilitas di kawasan Dukuh Atas.

Melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, tim berhasil mengidentifikasi akar permasalahan mobilitas. Mereka kemudian merumuskan strategi peningkatan yang mencakup penguatan fasilitas transfer, pengembangan hub terpusat, serta sistem koordinasi terpadu untuk mendukung integrasi transportasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Dukuh Atas dipilih sebagai studi kasus karena merupakan salah satu kawasan perintis penerapan konsep Transit-Oriented Development (TOD) di Indonesia, dengan integrasi berbagai moda transportasi seperti MRT, LRT, KRL, dan Transjakarta.

Apresiasi dan Dampak Internasional

Dekan FTUI, Kemas Ridwan Kurniawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian luar biasa mahasiswa ini. Beliau menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan mahasiswa FTUI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan inovatif dan solutif yang relevan dengan tantangan global, khususnya dalam pembangunan kota berkelanjutan.

Kemas Ridwan Kurniawan menambahkan, keberhasilan Dukuh Atas Mobility Team menunjukkan komitmen FTUI dalam mendorong riset yang berdampak nyata bagi masyarakat. Hal ini sekaligus memperkuat posisi FTUI sebagai institusi pendidikan teknik yang berdaya saing internasional.

Kompetisi Smart City 2030 sendiri bertujuan untuk mendorong mahasiswa, peneliti muda, dan ilmuwan mengembangkan proyek inovatif dalam pengelolaan pembangunan kota berkelanjutan di negara-negara BRICS menuju tahun 2030. Kemenangan tim FTUI ini sejalan dengan tujuan tersebut, menunjukkan kontribusi nyata Indonesia dalam solusi perkotaan global.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi