Luhut tegaskan Indonesia tak akan ganggu Filipina lepaskan 7 sandera
Merdeka.com - Penyanderaan dilakukan kelompok bersenjata diduga Abu Sayyaf kepada tujuh anak buah kapal (ABK) TB Charles membuat insiden ini ketiga kalinya. Pemerintah terus berkoordinasi dengan negara Filipina untuk menangani masalah ini.
Menko Luhur Binsar Panjaitan menegaskan pemerintah Indonesia hanya berharap kepada Filipina untuk melakukan pembebasan. "Jadi sekarang ini kita masih bertumpu pada proses negosiasi dengan pemerintah Filipina yang baru, Rodrigo Duterte," kata Luhut di Jakarta, Jumat (1/7).
Terkait kondisi para sandera, Luhut menegaskan punya BIN dan BAIS punya akses mendapat informasi itu. Namun, pihaknya enggan berspekulasi.
Tentu beralasan, kata Luhut, ketika pemerintah Tanah Air berkomentar bakal mengganggu kenyamanan Filipina dalam membebaskan sandera.
"Saya tidak ingin berspekulasi karena takutnya menimbulkan ketidaknyamanan pemerintah Filipina. Kita sekarang ini secara resmi masih bertumpu pada informasi dari intelijen Filipina," ujarnya.
Menurut Luhut, kejadian ketiga kalinya ini akibat pemerintahan baru Filipina. Pemerintahan Filipina dipimpin Duterte dianggap lebih baik dari sebelumnya.
Meski begitu, Luhut menegaskan tetap mengikuti alur Filipina dalam menumpas kelompok bersenjata. "Kami juga tidak ingin mengintervensi Filipina," terangnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya