Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara proaktif mengintensifkan program pencegahan stunting. Inisiatif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Bimbingan Remaja Usia Dini (BRUS) di berbagai pondok pesantren. Kegiatan perdana telah sukses dilaksanakan di Pondok Pesantren Manbaul Ulum Hajasi, Kota Batu, Jawa Timur.
Program ini merupakan bagian integral dari gerakan sinergisitas antara LKK PWNU Jatim dan pondok pesantren di seluruh wilayah Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk menciptakan generasi Nahdlatul Ulama yang sehat, berilmu, dan memiliki karakter unggul di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan pencegahan stunting serta pembinaan remaja secara menyeluruh.
Sekretaris LKK PWNU Jawa Timur, Kholila Saeroji, menjelaskan bahwa pelaksanaan CKG dan BRUS akan terus berlanjut. Rencananya, program serupa akan menyasar beberapa pondok pesantren lain di Jawa Timur. Lokasi selanjutnya termasuk Mojokerto, Sidoarjo, hingga Bondowoso, memastikan jangkauan yang lebih luas dan merata.
Advertisement
Advertisement
Sinergi LKK PWNU Jatim dalam Upaya Cegah Stunting
LKK PWNU Jawa Timur berkomitmen penuh dalam upaya pencegahan stunting yang menjadi isu kesehatan krusial di Indonesia. Melalui program CKG-BRUS, mereka berupaya menjangkau komunitas pesantren yang memiliki peran strategis dalam pembentukan generasi muda. Sinergi ini diharapkan mampu membangun kesadaran dini akan pentingnya gizi dan kesehatan reproduksi.
Kholila Saeroji, yang akrab disapa Nyai Kholila, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk masa depan. "Dengan adanya kegiatan ini upaya pencegahan stunting dan pembinaan remaja dapat semakin optimal sehingga menciptakan generasi NU yang sehat, berilmu, dan berkarakter unggul," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi visi jangka panjang LKK PWNU Jatim dalam membina umat.
Penyelenggaraan CKG memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang komprehensif bagi santri dan masyarakat umum di sekitar pesantren. Layanan ini mencakup pengecekan dasar kesehatan untuk mendeteksi risiko dini gangguan pertumbuhan dan kesehatan lainnya. Deteksi dini sangat vital dalam memastikan intervensi yang tepat waktu untuk cegah stunting pada anak-anak dan remaja.
Advertisement
Inisiatif ini juga melibatkan kolaborasi erat dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur. Keterlibatan pihak kesehatan profesional memastikan standar layanan yang tinggi dan informasi yang akurat. Hal ini mendukung efektivitas program dalam memberikan edukasi dan layanan kesehatan yang berkualitas.
Advertisement
Membentuk Remaja Unggul Melalui Pembinaan BRUS
Selain fokus pada pencegahan stunting, LKK PWNU Jawa Timur juga membekali para santri dengan persiapan masa depan yang matang dan berkelanjutan. Mereka menekankan tiga bekal penting untuk meraih kesuksesan: pengetahuan yang luas, pemahaman mendalam tentang sains, serta akhlak dan karakter yang kuat. Bekal ini esensial untuk menghadapi tantangan era modern yang kompleks.
Sesi Bimbingan Remaja Usia Dini (BRUS) menjadi platform penting untuk pembinaan mental dan spiritual remaja. Santri mendapatkan edukasi komprehensif mengenai kesiapan mental dalam mencegah pernikahan dini yang seringkali berdampak negatif. Materi ini dirancang untuk membentuk remaja yang tangguh, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Pembinaan dalam BRUS juga mencakup strategi merencanakan masa depan yang cerah dan produktif. Para santri diajarkan untuk tetap memegang teguh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) dalam setiap aspek kehidupan mereka. Program ini bertujuan menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas tetapi juga berpegang teguh pada prinsip keagamaan dan moral.
Advertisement
Kolaborasi dalam kegiatan ini melibatkan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Hajasi, Kota Batu, dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur, serta LKK Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu. Sinergi lintas lembaga ini menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan kesehatan dan pendidikan. Pondok Pesantren Mambaul Ulum Hajasi pun mengapresiasi dukungan dari LKK PWNU Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur atas terlaksananya program ini.
Sumber: AntaraNews