Lion Air Bantah Pesawat Rute Sorong-Manado Terbang Miring dan Coba Mendarat di Laut

Sabtu, 23 Februari 2019 23:23 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Lion Air Bantah Pesawat Rute Sorong-Manado Terbang Miring dan Coba Mendarat di Laut Lion Air. ©2018 humas lior air

Merdeka.com - Pihak Lion Air membantah mengenai kabar Lion Air dengan penerbangan JT-799 rute Bandar Udara Domine Eduard Osok, Sorong, Papua Barat (SOQ) tujuan Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (MDC) pada Rabu (21/2) mengalami masalah.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, bahwa Lion Air JT-799 dioperasikan dengan Boeing 737-900ER registrasi PK-LJF, pesawat sudah menjalani pemeriksaan sebelum keberangkatan (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang (safe to flight).

"Seluruh proses penanganan pesawat dan penumpang berjalan normal. Penerbangan ini membawa tujuh kru serta 94 penumpang, yang lepas landas tepat waktu pukul 16.30 WIT dari Sorong", ujar Danang dalam tertulisnya, Sabtu (23/2).

Dia mengatakan, untuk alasan keselamatan dan keamanan penerbangan (safety first), pilot memutuskan melakukan pendaratan kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/ RTB) yaitu Bandar Udara Sorong. Sebab, pesawat mengalami indikasi gangguan teknis (technical) pada sistem tekanan udara (pressurization system) dan sistem pendingin kabin (air condition), sehingga masker oksigen (oxygen mask) keluar dari kompartemen.

Seluruh awak kabin di bawah pimpinan senior flight attendant (SFA) telah bekerja dan berkoordinasi dengan baik untuk menginstruksikan serta membantu kepada seluruh penumpang dalam menggunakan masker oksigen secara tepat.

"Informasi yang berkembang bahwa pesawat miring, semakin turun dan pilot mencari landasan di air adalah 'tidak benar'.

Dia menambahkan, setelah ada keputusan oleh pilot kembali ke bandar udara asal, penerbangan dalam keadaan normal dan terkontrol. Pesawat harus terbang memutar (holding) di atas laut guna menurunkan ketinggian agar posisi pesawat ideal serta menyesuaikan berat pesawat untuk pendaratan.

Menurut Danang, operasional ini merupakan hal normal pada saat persiapan pendaratan (normal arrival procedure) di Bandar Udara Sorong. Sebab, holding point berada di atas laut di ujung utara Pulau Jefman.

"Pesawat mendarat sempurna di Sorong pukul 16.55 WIT dan tidak dalam keadaan darurat (emergency). Sesaat setelah mendarat dan posisi pesawat sudah sempurna di landas parkir, seluruh pelanggan dan kru dalam kondisi selamat dengan mendapatkan penanganan serta pelayanan," kata Danang.

Lion Air kemudian menerbangkan kembali JT-799 dengan jadwal keberangkatan di hari berikutnya Jumat (22/2) dari Sorong pukul 16.35 WIT dan mendarat di Manado pada 16.35 WITA, menggunakan armada Lion Air lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LJZ. Lion Air meminimalisir dampak yang timbul, sehingga operasional lainnya tidak terganggu. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Lion Air
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini