Limbah Pustaka, Konsistensi Peduli Literasi dan Lingkungan

Rabu, 8 Juli 2020 04:36 Reporter : Abdul Aziz
Limbah Pustaka, Konsistensi Peduli Literasi dan Lingkungan Limbah Pustaka. ©2020 Merdeka.com/Abdul Aziz Rasjid

Merdeka.com - Memadukan kepedulian pada literasi dan isu lingkungan, Limbah Pustaka jadi bagian perpustakaan bergerak di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.

Di masa pandemi covid-19, Limbah Pustaka tetap beroperasi mengelola sampah anorganik dari rumah-rumah warga. Didukung para relawan, mereka beroperasi menerapkan protokol kesehatan sembari menjalankan kampanye sepuluh rumah aman.

Gerakan peduli literasi dan lingkungan ini digagas oleh Roro Hendarti, warga Desa Muntang. Dirintis sejak 2007, Roro terpantik mendapati minimnya akses literasi dan kurangnya kesadaran warga menjaga lingkungan bersih. Pada mulanya ia menyediakan kediamannya sebagai perpustakaan serta setahap demi setahap mengumpulkan sampah anorganik dari warga-warga di sekitar kediamannya.

"Limbah Pustaka secara resmi mulai beroperasi pada 2016. Alhamdulillah, 4 tahun berjalan dengan dukungan banyak pihak," kata Roro pada merdeka.com, Selasa (7/7).

Situasi pandemi Covid-19, tak menyurutkan langkah Limbah Pustaka. Sebelumnya, Limbah Pustaka beroperasi keliling kampung dengan gerobak motor membawa buku-buku untuk ditukarkan dengan sampah anorganik di rumah-rumah warga. Di masa pandemi, Limbah Pustaka menerapkan konsep pesan antar yakni warga melalui aplikasi pesan mendaftar buku dan menyiapkan sampah anorganik di masing-masing kediamannya.

"Kami beroperasi dengan protokol Kesehatan yakni semua relawan yang melakukan pengambilan dan pemilahan sampah menggunakan masker, kacamata, sarung tangan dan sepatu boat," ujar Roro.

Roro dalam gerakan sosial ini memang melibatkan relawan yang kondisinya sehat dan mau memilah. 15 relawan yang juga warga Desa Muntang secara bergantian mendatangi rumah warga untuk mengumpulkan sampah anorganik, mengadakan penimbangan sampah, pemilahan sampah dan membersihkan lingkungan bank sampah.

Sampah-sampah yang diambil dari masyarakat diberi perlakuan disemprot terlebih dahulu dengan cairan disinfektan. Selain itu, juga dilakukan pengecekan suhu tubuh warga yang menyetorkan sampahnya.

"Untuk Maret dan April, sampah yang terkumpul tidak langsung dipilah tapi disimpan dulu di Bank Sampah, supaya kalau ada virus sudah mati terlebih dahulu," terang Roro.

Desa Muntang sendiri, masuk dalam kategori zona hijau Covid-19 yang berarti terkategori aman dari potensi penularan Covid-19. Meski begitu, Limbah Pustaka tetap mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan bagi warga dan menjaga kebersihan lingkungan. Selama masa pandemi, pola pengangkutan sampah juga tak dilakukan setiap hari, pengambilannya disesuaikan dengan pesanan warga yang sudah memilah sampah anorganik dari rumah.

Selain juga mengantarkan buku-buku yang dipesan warga selama berdiam di dalam rumah, Limbah Pustaka juga membagikan masker kepada warga. Buku dan masker tersebut, juga bagian dari solidaritas kemanusiaan yang didonasikan oleh banyak kalangan. Tak ayal, Limbah Pustaka telah jadi kanal kemanusiaan yang berorientasi pada pemberdayaan warga melalui literasi dan pemanfaatan sampah.

"Di masa kenormalan baru ini Limbah Pustaka mulai mengoperasikan lagi gerobak motor perpustakaan bergerak. Tapi daya jangkau kami khususkan dulu di Desa Muntang tidak ke desa-desa lain dan beroperasi sepekan sekali," kata Roro.

Tidak semua sampah anorganik yang terkumpul dari warga dijual ke pengepul. Ada juga sampah yang dibuat menjadi kerajinan tangan. Hasil kerajinan tangan dari sampah ini kemudian dipasang di etalase yang ada di Bank Sampah ‘Sampah Sahabatku’ dan di Limbah Pustaka.

"Kami ingin menunjukkan kepada warga sekitar khususnya warga Desa Muntang agar lebih peduli terkait dengan lingkungan. Dan sekarang sudah banyak warga yang paham dan sadar untuk memilah sampah dari rumah," pungkasnya. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kisah Inspiratif
  3. Sosok Merdeka
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini