Lewis Emma Perluas Jaringan Ekspor Regional Asia Tenggara Lewat Shopee, Bidik Pasar Malaysia dan Thailand
Jenama fesyen anak lokal Lewis Emma agresif perluas jaringan ekspor regional Asia Tenggara via program Shopee Export. Finna Fidela optimis meski ada tantangan biaya pengiriman.
Jenama fesyen anak lokal, Lewis Emma, menunjukkan ambisi besar dengan memperluas jangkauan pasarnya ke kancah regional Asia Tenggara. Langkah strategis ini diambil melalui partisipasi aktif dalam program Shopee Export, sebuah inisiatif yang memfasilitasi UMKM lokal untuk menembus pasar internasional.
Inisiatif ini memungkinkan Lewis Emma, yang didirikan oleh Finna Fidela dan suaminya, untuk mengekspor produk fesyen anak berkualitas tinggi langsung dari kantor cabangnya di Surabaya. Perluasan jaringan ekspor ini bertujuan untuk memanfaatkan pertumbuhan pemasaran domestik yang signifikan sekaligus menyeimbangkan potensi kelebihan pasokan di pasar lokal.
Dengan fokus pada pasar regional, Lewis Emma berupaya memperkuat penetrasi produk lokal Indonesia di kancah global. Finna Fidela menyatakan optimisme tinggi terhadap ekspansi ini, meskipun mengakui adanya beberapa tantangan operasional yang perlu diatasi.
Membidik Pasar Regional Asia Tenggara
Lewis Emma telah berhasil mengidentifikasi Malaysia sebagai pasar ekspor terbesar, diikuti oleh Thailand, dalam upaya perluasan jaringan regionalnya. Finna Fidela menjelaskan bahwa kesuksesan di Malaysia tidak lepas dari kemiripan budaya dan preferensi fesyen dengan Indonesia, yang membuat produk mereka mudah diterima.
"Malaysia jadi pasar luar negeri terbesar Lewis Emma, diikuti oleh Thailand," kata Finna saat ditemui di Kantor Pusat Lewis Emma di Kedoya, Jakarta Barat. Ia menambahkan, "Mungkin market-nya lebih masuk ya. Mirip-mirip sih dengan Indonesia kalau Malaysia... Mungkin masih mirip-mirip ya Indonesia sama Malaysia untuk cara pakai bajunya. Jadi ya mungkin setipe."
Melalui program Shopee Export, Lewis Emma kini lebih mudah menjangkau konsumen di negara-negara tersebut. Program ini menjadi jembatan penting bagi jenama lokal untuk bersaing di pasar internasional, membuka peluang pertumbuhan yang lebih luas bagi Lewis Emma.
Menghadapi Tantangan Logistik dan Optimisme Ekspansi
Meskipun prospek ekspor sangat menjanjikan, Lewis Emma menghadapi tantangan signifikan terkait biaya pengiriman (shipping cost) yang tinggi. Finna Fidela mengakui bahwa hal ini membuat operasional ekspor menjadi lebih kompleks dibandingkan pengiriman domestik.
"Tantangannya lebih ke pengiriman sih, karena ongkos kirim seperti itu ya. Maksudnya lebih susah daripada kita kan biasa kirim-kirim Indonesia aja ya," ujar Finna. Biaya pengiriman yang mahal juga berpotensi mempersulit layanan purnajual, seperti pergantian barang jika terjadi kesalahan ukuran, dalam transaksi ekspor.
Namun, Finna tetap optimistis dapat memperluas jaringan ekspor produknya. Optimisme ini didasari oleh produktivitas Lewis Emma yang konsisten, dengan minimal satu koleksi baru dirilis setiap bulan. Konsistensi ini menjadi modal kuat untuk bersaing di pasar global dan mengatasi hambatan logistik.
Inovasi Produk dan Strategi Desain Timeless
Lewis Emma terus berinovasi dalam pengembangan produknya untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis. Awalnya berfokus pada usia 2 hingga 10 tahun, kini jenama ini telah memperluas rentang kategori produksinya menjadi 6 bulan hingga 14 tahun, berdasarkan permintaan pelanggan.
Kategori usia 2 hingga 8 tahun tetap menjadi produk terlaris, namun Lewis Emma juga sukses meluncurkan Koleksi Sports pada Oktober, yang berkorelasi dengan peningkatan penjualan bulanan sebesar 70 persen. Koleksi Activewear terbaru, terinspirasi dari kebutuhan olahraga anak Finna sendiri, menggunakan bahan fungsional seperti Dry-fit untuk memenuhi fokus pasar pada aktivitas fisik.
Strategi desain Lewis Emma berpegangan pada konsep timeless dan penggunaan bahan katun untuk pakaian sehari-hari, guna menghindari model yang cepat usang. Pendekatan ini tidak hanya memenuhi permintaan konsumen yang mencari nilai jangka panjang, tetapi juga membantu dalam pengelolaan stok di platform e-commerce. Finna juga menekankan bahwa kualitas bahan adalah syarat penting untuk bersaing dengan produk luar.
Perusahaan tidak sepenuhnya mengikuti tren, melainkan fokus pada warna-warna netral dan bold untuk koleksi masa depan. Konsistensi rilis dan kualitas menjadi kunci utama dalam strategi pengembangan produk mereka untuk mempertahankan daya saing.
Memperkuat Posisi Produk Lokal di Pasar Global
Ekspansi Lewis Emma ke pasar regional merupakan langkah strategis untuk memperkuat penetrasi produk lokal di Asia Tenggara, termasuk potensi pasar di Singapura. Ini adalah upaya nyata untuk menghadapi tantangan globalisasi dan menunjukkan daya saing produk Indonesia di mata dunia.
Finna mencatat bahwa perluasan pangsa pasar di luar negeri juga dapat membantu menyeimbangkan potensi kelebihan pasokan di pasar domestik. Dengan demikian, Lewis Emma tidak hanya mencari pertumbuhan, tetapi juga stabilitas bisnis jangka panjang melalui diversifikasi pasar.
Komitmen terhadap kualitas, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang cerdas melalui platform seperti Shopee Export, menempatkan Lewis Emma sebagai contoh sukses UMKM lokal yang mampu bersaing di kancah internasional. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi jenama lokal lainnya untuk berani menembus pasar global dan membawa nama Indonesia.
Sumber: AntaraNews