Lesu Pedagang Hewan Kurban Tahun Ini: Sejak Pagi Baru Satu Kejual Biasanya H-1 Enggak Berhenti Pembeli

Rian (35), pedagang kambing, mengaku penjualan tahun ini tidak seramai sebelumnya.

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
Lesu Pedagang Hewan Kurban Tahun Ini: Sejak Pagi Baru Satu Kejual Biasanya H-1 Enggak Berhenti Pembeli
Pedagang hewan kurban di Bandung (merdeka)

Penjualan hewan kurban di Kota Bandung menjelang Iduladha 1446 H mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah pedagang menyebut kondisi ekonomi yang lesu dan pergeseran preferensi masyarakat sebagai faktornya.

Rian (35), pedagang kambing, mengaku penjualan tahun ini tidak seramai sebelumnya. Ia menyebut, sejak pagi hingga siang hari di H-1 Iduladha, baru satu ekor kambing yang terjual.

"Jam 11 baru satu. Biasanya H-1 itu enggak berhenti (pembeli datang)," kata Rian yang telah meneruskan usaha keluarganya selama 17 tahun, di kawasan Jalan Terusan Jakarta, Antapani, Bandung, Kamis (5/6)

Menurut Rian, tahun lalu ia mampu menjual hingga 69 ekor kambing. Namun tahun ini, dari 50 ekor yang disediakan, masih tersisa sekitar 16 ekor hingga sehari sebelum lebaran kurban.

Ia menduga turunnya permintaan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk ekonomi dan berakhirnya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya membuat kambing lebih diminati.

"Sekarang PMK kan udah mungkin berakhir, jadi banyak yang kurban sapi lagi," ujarnya.

Sementara itu Iman, pedagang sapi di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Bandung Kulon, mengaku penurunan angka penjualan dialaminya juga. Ia menyebut penjualan tahun ini turun sekitar 10 ekor dari tahun lalu.

"Tahun kemarin jual 115 ekor, sekarang 105. Pelanggan tetap juga banyak yang ngurangin. Yang biasanya pesan 15 ekor untuk Cimahi, sekarang cuma 8," jelas Iman.

Pedagang hewan kurban di Bandung
Pedagang hewan kurban di Bandung merdeka

Harga Sapi Bervariasi

Harga sapi yang dijual Iman bervariasi, mulai dari Rp21 juta untuk bobot sekitar 380 kilogram, hingga Rp90 juta untuk sapi dengan berat hampir satu ton. Jenis sapi yang dijual antara lain Limosin, Simental, Madura, dan Pegon, yang sebagian besar didatangkan dari Majalengka dan Jawa.

Meski penjualan menurun, Iman mengaku distribusi tetap berjalan lancar. "Kemarin malam kirim ke Panjalu Ciamis, Ciranjang Cianjur, sampai Ciumbuleuit dan Cimahi," ujarnya.

Ia mengandalkan promosi lewat media sosial, terutama Facebook, dan lebih menyukai transaksi langsung di lokasi agar pembeli bisa melihat kondisi sapi secara langsung.

"Kalau lewat foto atau video, kadang kelihatan besar, aslinya kecil, atau sebaliknya. Jadi saya arahkan langsung ke sini," katanya.

Meskipun permintaan lesu, baik Rian maupun Iman tetap berharap penjualan di momen terakhir sebelum Iduladha bisa sedikit mendongkrak angka penjualan mereka.

Rekomendasi