Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ledakan bom di Surabaya, Polda Kaltim tetapkan status siaga 1

Ledakan bom di Surabaya, Polda Kaltim tetapkan status siaga 1 Brimob jaga gereja Samarinda. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Bom meledak di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, pagi tadi dan menewaskan tidak kurang 10 orang. Pascakejadian itu, Polda Kalimantan Timur menetapkan siaga 1. Keamanan Samarinda yang memiliki banyak gereja dipertebal. Mengingat, teroris pernah meledakkan bom di depan gereja Oikumene, 11 November 2016 lalu, yang menewaskan 1 anak dan melukai 3 anak lainnya.

Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Priyo Widyanto langsung menggelar rapat koordinasi dengan jajaran, menginstruksikan peningkatan pengamanan jajaran kepolisian.

"Iya, kita tadi langsung melakukan penebalan kegiatan pengamanan dan penjagaan. Dan meningkatkan siaga di mako-mako kepolisian di tiap wilayah," kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Ade Yaya Suryana, kepada merdeka.com, Minggu (13/5).

Ade menerangkan, Kapolda meminta masyarakat Kalimantan Timur, untuk tidak takut menghadapi aksi teror. "Kita imbau masyarakat untuk tidak takut, tidak boleh takut. Karena ketakutan dan kepanikan adalah tujuan mereka (teroris)," ujar Ade.

"Kita sudah intensif melakukan penjagaan, menjaga situasi kondusif di Kaltim. Jangan sampai kejadian di Jakarta, dan hari ini di Surabaya, juga terjadi di Kaltim. Itu yang kita lakukan," tambah Ade.

Sejarah mencatat, aksi teror juga dilakukan para pelaku di depan Gereja Oikumene di Loa Janan Ilir, kota Samarinda, 13 November 2016 lalu. Aksi keji itu menewaskan 1 anak, dan melukai 3 anak lainnya.

brimob jaga gereja samarinda

Brimob jaga gereja Samarinda ©2018 Istimewa

"Samarinda dalam sejarah pernah. Tapi kan untuk daerah mana saja dijadikan sasaran, kita tidak bisa berspekulasi. Samarinda memang banyak tempat ibadah nasrani, dan termasuk kota besar," ungkap Ade.

Selain Samarinda jadi atensi kepolisian, tidak menurunkan kewaspadaan dan penebalan keamanan di daerah lain.

"Karena tujuan mereka untuk bisa buat resah masyarakat, dan kegiatan mereka bisa terpantau media. Maka tidak menutup kemungkinan Samarinda itulah dan kota-kota yang besar, yang dijadikan sasaran. Akan berbeda ketika serangan teror itu di daerah terisolir. Kan tidak sampai pesannya (maksud dan tujuan teroris)," terang Ade.

Ade kembali menggarisbawahi, agar masyarakat tidak takut pascakejadian berturut-turut di Mako Brimob di Kelapa Dua Depok, dan Surabaya pagi tadi.

"Ketika masyarakat menemukan orang-orang dicurigai, koordinasikan dengan petugas stempat. Di lingkungan masing-masing, menciptakan situasi kondusif, sehingga muncul kekebalan imunitas di wilayah," tutup Ade.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP