Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lebaran hari pertama, Panti Jompo di Radio Dalam sepi pengunjung

Lebaran hari pertama, Panti Jompo di Radio Dalam sepi pengunjung Ilustrasi penghuni panti jompo. ©2015 merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Momen Idul Fitri sudah seharusnya digunakan untuk bersilaturahmi. Biasanya, dalam sebuah keluarga besar, yang muda mengunjungi para orang tua.

Namun, hal tersebut tidak nampak di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Radio Dalam, Jakarta Selatan. Panti jompo tersebut masih sepi pengunjung pada lebaran hari pertama.

"Dari tadi baru satu tamu yang datang," ujar Anggota Staf Pembinaan Sosial Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Retno Wahyuni seperti diberitakan Antara, Minggu (25/6).

Ia menjelaskan kondisi sepi pengunjung dilatarbelakani mayoritas lansia yang ada merupakan warga yang telantar dan diamankan oleh petugas Satpol PP.

"Pada umumnya tidak dijenguk karena mereka rata-rata telantar dan terbuang dari keluarga," tuturnya.

Retno mengungkapkan meski diisi sebagian besar warga terlantar, pihaknya masih memberikan perlakuan baik. Hal itu dilakukan agar para manusia lanjut usia tidak merasa bosan dan bisa menghasilkan sesuatu yang produktif pada masa tua.

"Beberapa kegiatan masih dilakukan, seperti pembinaan agama, membuat keterampilan, latihan angklung, olahraga, panggung gembira, dan gamelan," ungkapnya.

Saat ini Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 menampung sekitar 280 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Jakarta.

Dari jumlah 280 manusia lanjut usia tersebut, sebanyak 80 merupakan kakek dan sisanya adalah nenek.

Meski sepi pengunjung, Retno mengatakan masih ada sanak saudara yang peduli dengan keberadaan para lanjut usia. Mereka sesekali hadir ke panti sosial itu.

Rochim, warga Kemayoran, Jakarta Pusat, yang hadir ke panti sosial untuk menjenguk sang nenek bernama Yuni. "Nenek sempat menghilang. Keluarga baru mendapatkan informasi mengenai keberadaan nenek di panti sosial," ujarnya.

Rochim menuturkan beberapa bulan lalu, nenek Yuni yang sudah mengalami kepikunan, menghilang dari rumah. Keluarga sempat tidak berhasil melacak nenek Yuni.

Namun, nenek Yuni bisa ditemukan setelah keluarga mendapatkan kabar bahwa petugas Satpol PP pernah mengamankan seorang nenek dengan ciri-ciri seperti nenek Yuni.

"Akan tetapi, sepertinya nenek betah tinggal di sini karena katanya di sini tidak merasa bosan," pungkasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP