Laporan ke Prabowo, Menpar Klaim Pariwisata Bali Tak Terganggu Imbas Banjir Bandang

Hal tersebut, dia ungkapkan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto, ke Kota Denpasar, Bali, pada Sabtu (13/9).

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Laporan ke Prabowo, Menpar Klaim Pariwisata Bali Tak Terganggu Imbas Banjir Bandang
Laporan ke Prabowo, Menpar Klaim Pariwisata Bali Tak Terganggu Imbas Banjir Bandang (Merdeka.com)

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, untuk peristiwa banjir besar di Pulau Bali, tidak berdampak kepada pariwisata di Pulau Dewata.

Hal tersebut, dia ungkapkan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto, ke Kota Denpasar, Bali, pada Sabtu (13/9).

"Untuk pariwisata, tadi saya sudah sampaikan bahwa tidak ada cancellation dari wisatawan. Semua hotel masih penuh, jadi penerbangan tidak ada cancellation, hotel tidak ada cancellation. Jadi wisata oke, baik," kata dia.

"Memang ada travel warning, tapi itu hal yang biasa bagi suatu negara memperingatkan kepada warganya yang berpergian ke luar negeri. Tapi saya rasa Bali akan bangkit kembali normal, saya rasa begitu," imbuhnya.

Kemudian, saat ditanya apakah saat mendampingi Presiden Prabowo mendapatkan instruksi terkait pariwisata. Menteri Widiyanti mengaku, agar terus mempromosikan pariwisata Bali.

"Tentu kita harus promosikan terus Bali, menyuarakan hal-hal yang positif, sehingga masyarakat dari luar negeri ingin datang. Jadi kita selalu memberitakan hal-hal yang baik," ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 5 orang korban banjir besar di Pulau Bali, masih dilakukan pencarian dari Rabu (10/9) saat kejadian hingga Sabtu (13/9).

I Wayan Suryawan selaku Kepala UPTD Pengendalian Bencana Daerah BPBD Provinsi Bali mengatakan, untuk korban meninggal dunia tercatat 17 orang. Diantaranya, 11 orang di Kota Denpasar, 3 orang di Kabupaten Gianyar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, dan 1 orang di Kabupaten Badung.

"Dalam pencarian 5 orang. (Diantaranya) di Kota Denpasar 2 (orang), di Kabupaten Badung 3 (orang). Ini update kami sampai pukul 06.00 WITA," kata Suryawan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/9).

Rekomendasi