Lagi, WN Bulgaria Ditangkap Terkait Kasus Skimming di Bali

Jumat, 12 April 2019 22:02 Reporter : Moh. Kadafi
Lagi, WN Bulgaria Ditangkap Terkait Kasus Skimming di Bali Tiga WNA Bulgaria Ditangkap Polda Bali. ©2019 Merdeka.com/Kadafi

Merdeka.com - Polisi menangkap tiga warga Bulgaria terkait kasus skimming atau kejahatan pencurian data nasabah di Bali. Ketiga tersangka yang ditangkap adalah Kaloyan Kirilov Spasov, Nikolay Valentino Dinev, dan Lyubomir Todorov Bogdanov.

"Tiga tersangka ini merupakan jaringan kasus pencurian data nasabah, jadi mereka mencuri data nasabah di Pulau Bali," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hengky Widjaja, saat dikonfirmasi, Jumat (12/4).

Penangkapan tersangka ini berdasarkan informasi dari salah satu bank di Bali yang menemukan adanya kegiatan transaksi penarikan uang tidak wajar di Kawasan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali.

Berbekal informasi yang didapat dan rekaman CCTV di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Tim Resmob Kriminal Umum Polda Bali melakukan penyelidikan terhadap ketiga tersangka tersebut.

Sehingga, pada hari Rabu (10/4) dini hari, ketika unit resmob yang sedang melakukan pengintaian melihat sebuah mobil Ertiga yang parkir di area minimart Nirmala Pecatu. Di area tersebut terdapat ATM Mandiri, ATM BNI dan BRI dan saat itu diketahui ada seseorang melakukan transaksi di dalam ATM BNI dan dua orang berada di dalam mobil.

Selanjutnya, tim melakukan penangkapan terhadap ketiga orang tersebut dan diketahui orang tersebut merupakan warga Bulgaria yang memiliki kemiripan dengan ciri pelaku yang melakukan pemasangan hiden Camera di ATM Mandiri tersebut.

Dari penangkapan tiga tersangka ini, polisi melakukan pengembangan dan melakukan penggeledahan di Villa pelaku di daerah Pecatu, Kuta Selatan Badung.

Hengky mengatakan, dari hasil penangkapan tersebut polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit suzuki Ertiga, satu buah router, satu buah panes camera, satu buah mall disainplat hidencam, tiga buah laptop, dua buah dompet dan dua buah handpone merk Samsung serta uang Rp 2 juta.

"Modus yang digunakan yang bersangkutan ini dengan cara memasang alat skimmer yang telah terpasang kamera tersembunyi yang terhubung dengan router dan modem maupun cardreader yang selanjutnya dapat merekam data nasabah yang sudah tercatat nomor pin-nya," ujar dia.

Selanjutnya, data nasabah itu disimpan tersangka ke kartu ATM palsu dan kemudian menggasak seluruh isi uang di dalam ATM milik korbannya. Saat ini, pelaku dan barang bukti yang sudah diamankan di Mapolda Bali guna proses penyidikan lebih lanjut.

"Untuk mencegah aksi kejahatan ini, Polda Bali akan menumpas para pelaku kejahatan skimming ini hingga tuntas. Kasus ini akan terus dikembangkan," ujar Hengky.

Penangkapan ini menambah daftar penangkapan warga Bulgaria yang melakukan aksi kejahatan skimming. Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali Kompol Gusti Ayu Putu Suinaci menuturkan, sejak tahun 2016 sebanyak delapan kasus skimming berhasil dibongkar. Puluhan WNA pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kalau sampai puluhan ada. Kemarin saja yang kita limpahkan sudah empat (tersangka) dan sekarang juga empat, yang dulu-dulu juga ada," kata Ayu kepada wartawan, Selasa (19/3).

Menurut Ayu, kasus skimming dan ilegal akses paling banyak terjadi di wilayah Denpasar dan tersangka paling banyak dari WNA Bulgaria. "Paling banyak di daerah Denpasar, yang paling banyak Bulgaria dan Romania baru kali ini," ujarnya.

Untuk melakukan pencegahan kejahatan skimming dan ilegal akses, Polda Bali bekerja sama dengan pihak bank. "Untuk pencegahannya kita kerja sama dengan pihak bank, bagaimana mereka mengamankan sistemnya. Kalau kita hanya bisa menyelidiki, karena bisa saja mereka melakukan skimming-nya di negara mana, dan melakukan ilegal aksesnya di negara mana, mereka kan organisasi crime. Dan bisa di mana saja melakukan skimming," kata dia. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini