Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kunjungi Pasar Oro-oro Dowo, Puti Janji akan sinkronkan dengan program Seribu Dewi

Kunjungi Pasar Oro-oro Dowo, Puti Janji akan sinkronkan dengan program Seribu Dewi Puti Soekarno di Pasar Oro-oro Dowo. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Memasuki masa kampanye hari ke tiga, kebiasaan blusukan ke pasar tradisional calon wakil gubernur Jawa Timur, Puti Guntur Soekarno tak bisa ditinggalkan. Kali ini cucu Presiden RI pertama ini blusukan ke pasar Oro Oro Dowo, Jalan Guntur, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.

Puti sengaja memilih mengunjungi pasar Oro-oro Dowo karena pasar ini merupakan pasar tertua di Malang. Dari 26 pasar yang paling tua dibangun adalah pasar Oro-oro Dowo. Pasar ini dibangun pada masa penjajahan Belanda yakni tahun 1932. Meski paling tua, namun keberadaan pasar ini tetap terjaga kebersihannya.

Bahkan pasar yang berdiri di atas lahan 3.400 meter persegi, dengan menampung 251 pedagang yang tersebar dalam 71 kios dan 180 los merupakan pasar paling. Sehingga tidak hanya pedagang dan pembeli, melainkan wisatawan. Karena itu banyak orang mengatakan kalau berkunjung ke Malang rasanya tidak lengkap kalau tidak mengunjungi pasar Oro-oro Dowo.

Selain itu beberapa fasilitas seperti mushola dan ruang menyusui yang hampir tidak ditemui di pasar tradisional di Indonesia, juga disediakan. Televisi berlayar lebar terpampang di depan pintu masuk pasar.

Puti Guntur, usai blusukan dan berbincang dengan para pedagang mengatakan nanti apabila menang dalam pilgub ini akan mempertahankan keberadaan pasar tradisional. "Tinggal bagaimana pemerintah serius mengelolanya. Seperti pasar Oro-oro Dowo ini masih eksis dan menjadi jantung perekonomian masyarakat," katanya.

puti soekarno di pasar oro oro dowo

Puti Soekarno di Pasar Oro-oro Dowo ©2018 Merdeka.com

Hanya saja, kata Puti, di setiap daerah memandang pasar tradisional terkadang berbeda. Karena itu, bila dirinya terpilih ia akan komitmen dan menyeragamkan pandangan tentang pentingnya pasar tradisional.

"Dengan program seribu dewi ini, pasar Oro-oro Dowo, akan dikenalkan lebih ditingkatkan ke mancanegara menjadi tempat wisata oleh-oleh di Malang. Pasar tradisional bernuansa modern ini bisa dijadikan percontohan," kata anggota DPR RI Komisi X.

Cucu dari Bapak Proklamator Bung Karno ini juga mengaku, mendapat pengalaman setelah melihat langsung kondisi pasar tradisional Oro-oro Dowo. Kondisi pasarnya cukup bersih, pengelolaannya dilakukan dengan modern.

"Maka komitmen kami adalah menjelaskan bagaimana pasar tradisional ini dapat terus berkembang tetapi pengelolaannya juga terus mengikuti perkembangan dan teknologi. Pengelolaan inilah menjadikan pengalaman, karena dilakukan secara profesional dan modern," ujar dosen tamu di Jepang. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP