Kunci Cegah Lonjakan Covid-19: Jaga Pintu Masuk Negara dan Kendalikan Transmisi Lokal

Jumat, 21 Januari 2022 11:23 Reporter : Supriatin
Kunci Cegah Lonjakan Covid-19: Jaga Pintu Masuk Negara dan Kendalikan Transmisi Lokal Petugas Swab Tes PCR di Jakarta. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Penularan Covid-19 varian Omicron meluas hingga ke 150 negara di dunia dengan total kasus lebih dari 500.000. Dari 10 besar negara dengan kasus Omicron tertinggi, 6 di antaranya mencatat angka terbanyak sekitar 3.000 sampai 160.000.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut enam negara tersebut ialah Italia, Australia, Perancis, Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat.

"Secara umum, keenam negara tersebut menunjukkan kenaikan kasus positif yang cukup signifikan dengan diikuti sedikit kenaikan pada kematian dan kebutuhan perawatan rumah sakit," kata Wiku, Kamis (21/1).

Di Italia kasus Omicron naik 122 kali lipat menjadi 1,3 juta kasus per minggu. Diikuti Australia naik 62 kali lipat menjadi 760.000 kasus per minggu, Prancis naik 43 kali lipat menjadi 2.000.000 kasus per minggu.

Kemudian Kanada naik 18 kali lipat menjadi 320.000 kasus per minggu, Amerika Serikat naik 11 kali lipat menjadi 5,63 juta per minggu, dan Inggris naik 2 kali lipat menjadi 700.000 kasus per minggu.

2 dari 3 halaman

Peningkatan Kasus Omicron Diikuti Kebutuhan Perawatan di Rumah Sakit

Peningkatan kasus Omicron yang signifikan ini ternyata diikuti kenaikan kebutuhan perawatan rumah sakit. Kebutuhan perawatan paling tinggi dialami Kanada sebesar 3,14 persen atau 10.000 kasus dirawat di rumah sakit, Inggris 2,84 persen setara dengan 20.000 kasus, Amerika Serikat 2,6 persen atau 151.000 orang dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, kenaikan kasus Omicron yang signifikan di 6 negara diikuti kematian meskipun tidak signifikan. Kenaikan kematian paling signifikan terjadi di Australia mencapai 10 kali lipat menjadi 378 kematian dalam seminggu, Kanada naik 8 kali lipat menjadi 846 kematian, Perancis naik 7 kali lipat menjadi 1.546 kematian, Italia naik 5 kali lipat menjadi 2.126 kematian, Inggris naik 4 kali lipat menjadi 1.908 kematian, dan Amerika serikat naik 2,7 kali lipat menjadi 12.043 kematian.

"Hal ini menunjukkan bahwa tingginya kenaikan kasus positif dari 6 negara tersebut sejalan dengan kenaikan tren jumlah orang yang membutuhkan perawatan rumah sakit dan tren kematian," ucap dia.

Menurut Wiku, dalam menangani kasus Omicron, berbagai kebijakan harus diterapkan seperti penggunaan masker, pengaturan kegiatan umum, mobilitas dan syarat Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) yang berbeda-beda antara satu negara dengan lainnya. Namun, 5 dari 6 negara yang mengalami kenaikan kasus Omicron tidak mewajibkan karantina bagi PPLN saat memasuki negaranya. Hanya Perancis yang menerapkan kebijakan wajib karantina, sedangkan negara lainnya hanya menutup kedatangan dari negara berisiko tinggi saja.

3 dari 3 halaman

Kunci Mengendalikan Penularan Omicron

Berkaca pada kondisi tersebut, Wiku menilai penting bagi Indonesia untuk menjaga kondisi kasus tetap terkendali. Ada dua kunci untuk mengendalikan penularan Omicron yaitu penguatan pada pintu masuk kedatangan PPLN dan pengendalian transmisi lokal.

"Sudah menjadi tugas kita bersama untuk mencegah meningkatnya kasus covid 19 di Indonesia. Terlebih kita akan menyambut beberapa hari raya seperti Imlek dan bulan Ramadan dalam 2 sampai 3 bulan ke depan," kata Wiku mengingatkan.

Dia mengimbau masyarakat tetap mempertahankan kedisiplinan protokol kesehatan, mematuhi aturan yang berlaku seperti penggunaan aplikasi PeduliLindungi serta memenuhi syarat tes untuk beraktivitas dan melakukan perjalanan.

Untuk mencegah meningkatnya kasus positif dari PPLN, Wiku menilai perlu meningkatkan kapasitas deteksi pada pintu masuk kedatangan serta pengaturan keberangkatan jemaah umrah di tengah keterbatasan kapasitas karantina.

"Selain itu perlu saya tekankan, salah satu peran kunci masyarakat dalam mencegah meluasnya penularan adalah dengan menunda perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak," tambah Wiku.

Bagi masyarakat yang terpaksa melakukan perjalanan ke luar negeri harus wajib melakukan karantina. Karantina dilakukan di fasilitas terpusat saat kembali ke Indonesia.

"Ingat, memberi ruang bagi virus untuk menular sama dengan memberi kesempatan bagi virus untuk bermutasi menjadi varian baru. Serta yang terpenting, memberi celah untuk penularan semakin leluasa sama dengan menempatkan kelompok rentan dalam risiko yang lebih tinggi," pungkas Wiku.

Baca juga:
Update Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran per 21 Januari 2022
Menko Marves Minta Panglima TNI-Polri Siapkan Isolasi Terpusat Setiap Daerah
Satgas Minta Pemda Kompak Cegah Importasi Kasus Lintas Daerah
Daftar Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta
Ini 5 Kecamatan di Jakarta dengan Penularan Omicron Tinggi
Austria Bujuk Warga Agar Mau Divaksin dengan Hadiah Voucher Uang Rp 8 Juta
Ketika Museum Van Gogh di Belanda Berubah Jadi Salon

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini