Kuliner gratis dalam 'Encyclofoodia of Aceh'

Selasa, 7 Agustus 2018 13:33 Reporter : Afif
Pekan Kebudayaan Aceh VII. ©2018 Merdeka.com/Afif

Merdeka.com - Sebanyak 23 stan dari kabupaten/kota di Aceh memeriahkan Festival Kuliner tradisional Aceh di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VII yang berlangsung di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh.

Setiap harinya ada 300 paket makanan gratis yang dihidangkan oleh peserta Festival Kuliner dari berbagai kabupaten/kota se-Aceh. Makanan gratis itu akan disediakan secara bergilir dari setiap peserta Festival Kuliner Aceh.

Aceh cukup dikenal dengan kuliner tradisional yang memiliki citarasa yang berbeda-beda. Festival Kuliner kali ini di PKA VII mengangkat tema 'Encyclofoodia of Aceh' menyajikan berbagai makanan khas dari setiap kabupaten/kota.

Makanan tradisional yang dipamerkan di Festival Kuliner diolah dari bahan pangan lokal, seperti bahan baku sagu dan labu. Labu bisa diolah menjadi timpan dan sejumlah kuliner lainnya.

Selain makanan, pada Festival Kuliner juga ada kenduri Boh Kayee (buah-buahan). Ada beragam Boh Kaye disediakan secara gratis untuk disantap oleh setiap pengunjung.

Kenduri Boh Kayee ada dua metode. Yaitu buah-buahan yang dibuat menjadi rujak khas Aceh, sate buah hingga buah segar hingga manisan dari buah-buahan. Termasuk membuat berbagai adonan lainnya dari buah durian, semua berbahan baku tradional yang memiliki cita rasa yang lezat.

Kenduri Boh Kaye yang berkembang di Aceh memiliki filosofi untuk mengekpresikan rasa syukur masyarakat atas panen buah-buahan yang sudah dipanen. Tradisi ini masih terus berlangsung, hasil panen tersebut dibagi-bagikan secara gratis kepada pihak lainnya.

"Di Festival Kuliner ini menampilkan masakan tradisional khas masing-masing kabupaten/kota di Aceh, ada yang modern, semua makanan tradisional Aceh ada di festival ini," kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, Selasa (7/8).

Istri Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyebutkan, momentum Festival Kuliner Aceh yang ada di PKA VII ini bisa untuk melestarikan setiap kuliner tradisional khas Aceh. Baik itu makanan cemilan dan sejumlah kuliner lainnya perlu dilestarikan.

"Setiap hari ada makanan gratis untuk masyarakat, mari berkunjung ke PKA VII bagian dari melestarikan kuliner kita," ungkapnya.

Menurutnya, kuliner khas Aceh saat ini cukup diminati oleh wisatawan, baik wisatawan lokal maupun internasional. seperti timpan, rujak, mie Aceh. Hanya saja perlu disesuaikan selera internasional, karena umumnya orang Aceh gemar masakan yang pedas.

"Terus bersemangat kita lestarikan kuliner Aceh agar go nasional dan internasional," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh, Dr Ilyas mengajak seluruh masyarakat Aceh secara bersama-sama menyukseskan PKA VII. Melalui PKA VII ini juga ikut memperkenalkan masakan khas tradisional Aceh dan mengajak agar menyajikan makanan yang bergizi.

"Kegiatan ini juga melatih masyarakat agar dapat menyajikan menu yang beragam dan bergizi, seimbang dan aman yang dikonsumsi setiap hari," ungkap Dr Ilyas.

Melalui Festival Kuliner ini juga, sebutnya, bisa meningkatkan kualitas kuliner khas Aceh yang beragam. Sehingga bisa terdorong masyarakat mengembangkan dan mengolah pangan lokal yang memiliki daya saing, baik nasional hingga internasional.

Kata dia, pada Festival Kuliner ini ada berbagai lomba memasak makanan khas tradisional Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mekanisme demo masak dan dihidangkan.

"Nantinya akan ada penilaian dari juri, dari masakan hingga cara menghidangkan," tukasnya. [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini