Kuasa Hukum Trio Emak Penyebar Kampanye Hitam Jokowi Lampirkan Berkas Pembelaan

Kamis, 23 Mei 2019 22:00 Reporter : Bram Salam
Kuasa Hukum Trio Emak Penyebar Kampanye Hitam Jokowi Lampirkan Berkas Pembelaan Sidang kasus penyebaran hoaks di Karawang. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Karawang kembali menggelar sidang kedua terdakwa trio emak-emak, masing-masing Citra Widianingsih, Engkay Sugiyanti dan Ika Feranika. Pada sidang perdana Jaksa mendakwanya dengan hukuman 7 tahun penjara.

Sidang kedua dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan pihak terdakwa atas dakwaan yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang pertama. Sidang pembacaan eksepsi atau keberatan dari pihak terdakwa trio emak-emak digelar Kamis (23/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Ketua Majelis Hakim mempersilakan kepada kuasa hukum untuk membacakan eksepsi, namun dengan alasan kurang sehat kuasa hukum dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) hanya memberikan berkas pembelaan kepada majelis hakim.

"Karena kondisi sedang kurang enak badan, eksepsi tidak dibacakan namun hanya melampirkan berkas pembelaan," kata Kuasa Hukum BPN Ejen Yustisi.

Kuasa Hukum BPN menilai dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) banyak kejanggalan dalam proses hukum trio emak-emak ini.

"Membantah sejumlah dakwaan JPU, salah satunya ketiganya didakwa tentang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), karena telah menyebarkan berita bohong atau hoaks," kata Ejen, usai persidangan singkat selama 10 menit.

Dia juga mengatakan ada beberapa fakta-fakta di lapangan yang tidak sesuai. Ia berharap majelis hakim menerima eksepsi yang telah dilampirkan yang akan dibacakan pada putusan sela mendatang.

"Saya berharap majelis hakim menerima eksepsi nota pembelaan terdakwa," katanya.

Majelis Hakim PN Karawang dalam persidangan memutuskan pada Senin (27/5) diagendakan pembacaan pleidoi dan Kamis (30/5) bisa didapat putusan sela.

Sementara, JPU Wahyudi mengatakan, pihaknya masih mempelajari eksepsi yang diajukan pihak kuasa hukum terdakwa.

"Kita pelajari dulu eksepsinya, karena tadi tidak dibacakan di depan majelis hakim," tutur Wahyudi.

Sementara ketiga emak-emak terjerat kasus hukum setelah dinyatakan melakukan kampanye hitam terhadap Calon Presiden 01 Joko Widodo.

Ketiganya menebar fitnah dengan menyampaikan jika Jokowi kembali memenangkan Pilpres 2019, maka tidak ada lagi suara azan di masjid, serta memperbolehkan menikah sesama jenis. Mereka juga merekam serta menyebarkan konten video tersebut melalui akun sosial media salah seorang terdakwa. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini