Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KTM Mesuji jadi model korporatisasi petani

KTM Mesuji jadi model korporatisasi petani KTM Mesuji jadi contoh korporatisasi petani. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kawasan Transmigrasi mulai bergeliat dengan KTM (Kota Terpadu Mandiri)-nya. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigasi (Kemendes PDTT) terus menopang pembangunan di kawasan transmigasi.

"KTM merupakan terobosan inovatif dengan menggunakan instrumen transmigrasi. Untuk pengembangan kawasan transmigrasi harus melibatkan berbagai pihak baik itu kementerian, lembaga, swasta dan perbankan untuk sama-sama menumbuh kembangkan kawasan transmigrasi. KTM Mesuji cukup berhasil dan siap mereflikasi," kata Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT Anwar Sanusi saat mengunjungi KTM Mesuji di Desa Tanjung Mas Rejo, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Sabtu (7/9).

Ia menambahkan bahwa transmigrasi dianggap program yang bisa mengentaskan kemiskinan di daerah asal dan menjadi orang yang lebih sejahtera di wilayah transmigrasi.

ktm mesuji jadi contoh korporatisasi petani

KTM Mesuji jadi contoh korporatisasi petani ©2017 Merdeka.com

Kawasan Transmigrasi Mesuji merupakan satu dari 49 Kawasan Transmigrasi yang sedang dikembangkan, mencakup tiga kecamatan terdiri dari 41 Desa (5 eks UPT, 36 Desa), yang pembangunannya dimulai sejak 2007.

Kawasan KTM Mesuji telah berkembang menjadi sentra produksi pertanian dan industri perberasan.

Kegiatan petani di KTM Mesuji makin menggeliat dengan adanya penggilingan beras/Rice Milling Plant (RMP) di Desa Wonosari, Mesuji Timur. Padi juga merupakan produk unggulan di kawasan ini. Dengan sawah seluas 43.497 Ha (dalam 1,5 masa tanam), produksi 217.410 ton (dalam 1,5 masa tanam), dan industri perberasan/Rice Milling Plant (RMP) dengan kapasitas 1,2 ton/jam. Dengan waktu giling RMP selama 8 jam/hari dapat menghasilkan pendapatan Rp 859.873.120,- dalam setahun.

Hasil produksi beras akan dibeli oleh Koperasi Pegawai Pemerintah Kabupaten.

Anwar menjelaskan bahwa 82 persen masyarakat Indonesia hidup dalam pertanian. Perlunya sinergitas dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produksi pertanian.

ktm mesuji jadi contoh korporatisasi petani

KTM Mesuji jadi contoh korporatisasi petani ©2017 Merdeka.com

"Prioritaskan dana desa untuk bangun pertanian sebagai suplai benih, pompa, penyediaan alat-alat produksi pertanian. Yang namanya mengawal dana desa yaitu mengawal bersama-sama. Kita kerjasama dengan Bulog, BNI, PT Mitra BUMDes Nusantara yang fungsinya untuk melalukan pendampingan dan advokasi untuk BUMDes-BUMDes," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa perbankan memilik kemampuan financial inklusion. Modal-modal diperbankan di hilirisasi untuk mendukung produk-produk pertanian.

Selain beras, jagung juga merupakan salah satu produk unggulan di Kawasan Transmigrasi Mesuji, dengan luas lahan tanaman jagung mencapai 1.904 Ha.

"Panen jagung ini merupakan satu simbol untuk mulai menggunakan program Prukades. Desa-desa punya keunggulan. Sehingga desa-desa punya nilai ekonomi yang tinggi. Ini wujud kerjasama dan sinergi dengan perbankan, bulog dan dukungan pemerintah daerah,” paparnya saat melakukan panen raya jagung di Desa Tanjung Mas Rejo.

Dirjen Pengembangan Kawasan Transmigrasi M Nurdin mengatakan KTM ini bertujuan untuk menciptakan sentra-sentra agribisnis dan agroindustry. “Kawasan ini akan membuka kesempatan kerja dan peluang usaha, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para transmigran dan penduduk sekitar di Kawasan Transmigrasi,” katanya.

Beberapa sarana dan prasarana sudah cukup mapan, dari mulai infrastruktur pusat KTM dan pemerintahan, infrastruktur pendidikan, kesehatan, sosial keagamaan, produksi dan pemasaran seperti rice milling plant (RMP), pasar basah dan kering, dan pusat bisnis.

Desa ibarat sebuah korporasi yang berkembang menghasilkan produk besar. Dengan produksi lebih besar mereka membutuhkan lembaga lain seperti jasa keuangan. “Mesuji punya Bapak asuh yaitu BNI,” ujarnya

Sementara itu, Sekda Mesuji, Sutoro, menegaskan bahwa program transmigrasi di Lampung di harapkan menjadi pusat pertumbuhan baru.

"Butuh infrastruktur yang memadai, akses dan pembinaan untuk para petani. Dan berharap terbentuknya satu kawasan transmigrasi baru,” katanya.

(mdk/paw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP