Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi memperkenalkan kapal selam tanpa awak buatan dalam negeri, KSOT-008, pada gladi bersih peringatan HUT ke-80. Perkenalan inovasi pertahanan maritim ini berlangsung di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 4 Oktober.
Kendaraan bawah air otonom, yang dikenal sebagai KSOT-008, menampilkan logo perusahaan galangan kapal milik negara PT PAL. Kapal ini dipamerkan bersama ratusan sistem pertahanan lainnya selama latihan parade besar.
Acara tersebut menjadi bagian dari persiapan besar-besaran sebelum puncak perayaan hari jadi TNI yang akan digelar pada Minggu, 5 Oktober, di lokasi yang sama. Pengembangan KSOT-008 oleh PT PAL menunjukkan komitmen Indonesia dalam memodernisasi sistem pertahanan nasional.
Advertisement
Advertisement
Debut KSOT-008: Inovasi Pertahanan Maritim Indonesia
Kapal Selam Tanpa Awak TNI KSOT-008 menjadi salah satu sorotan utama dalam gladi bersih HUT ke-80 TNI. Mayor Jenderal Freddy Ardianzah, juru bicara TNI, menyatakan bahwa kapal selam otonom ini merupakan salah satu sistem pertahanan baru yang dipamerkan. Kehadiran KSOT-008 menegaskan kemampuan industri pertahanan dalam negeri dalam menciptakan teknologi canggih.
Meskipun demikian, beberapa aset lain yang merupakan bagian dari program modernisasi TNI tidak ditampilkan dalam acara ini. Pesawat latih T-50i buatan Korea Selatan dan kapal perang KRI Belati-622 tidak ikut serta dalam parade. Pesawat T-50i dijadwalkan tiba pada November 2025, sementara KRI Belati-622 baru saja diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut.
Pengembangan Kapal Selam Tanpa Awak TNI seperti KSOT-008 oleh PT PAL menunjukkan langkah maju Indonesia dalam kemandirian alutsista. Inovasi ini diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengawasan dan pertahanan maritim Indonesia di masa depan.
Advertisement
Advertisement
Persiapan Megah HUT ke-80 TNI di Monas
Upacara resmi HUT ke-80 TNI akan dilaksanakan pada Minggu, 5 Oktober, di Monas, Jakarta Pusat. TNI berencana untuk menampilkan 1.047 sistem pertahanan darat, laut, dan udara, serta mengerahkan 133.480 personel. Gladi bersih yang dilaksanakan pada Jumat (4/10) menjadi ajang persiapan terakhir sebelum acara puncak.
Peserta acara akan melibatkan anggota militer dan warga sipil yang ditugaskan dalam berbagai peran. Mereka termasuk unit upacara, tim simulasi tempur, penerjun payung, pilot, dan kontingen parade. Skala perayaan ini menunjukkan betapa pentingnya hari jadi TNI bagi bangsa.
Ardianzah juga mengonfirmasi insiden robeknya bendera nasional yang dikibarkan di Monas saat gladi bersih hari Kamis. "The wind exceeded 20 knots, and the fabric we used wasn’t strong enough," jelasnya. Setelah mengevaluasi kerusakan, TNI segera mengganti bendera dengan versi yang lebih kokoh. Hasilnya, bendera Merah Putih berkibar dengan sempurna selama gladi bersih terakhir pada hari Jumat. "Thank God, the full-dress rehearsal went smoothly today, and the Merah Putih flag is proudly flying," tambahnya.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme dan Harapan untuk Perayaan Puncak
Gladi bersih HUT ke-80 TNI menampilkan berbagai atraksi, termasuk upacara formal, simulasi tempur udara dan darat, pendaratan parasut oleh pasukan khusus, serta parade pasukan dan perangkat keras militer. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar berkat persiapan matang dan dukungan cuaca yang baik.
Mayor Jenderal Freddy Ardianzah menyatakan keyakinannya bahwa gladi bersih yang terlaksana dengan baik akan menjamin kesuksesan acara utama pada hari Minggu. Kesiapan seluruh elemen TNI menunjukkan profesionalisme dan dedikasi tinggi.
Ardianzah juga mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan bertindak sebagai inspektur upacara. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga dijadwalkan akan hadir dalam perayaan tersebut. Beberapa menteri kabinet, kepala lembaga, Kepala Kepolisian Nasional, dan mantan pejabat tinggi TNI juga diharapkan turut hadir dalam perayaan akbar ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews