Kronologi Rp94 Juta Tercecer di Jalanan Bali, Korban Mengaku Lupa Tutup Rapat Tas

Korban sadar tasnya terbuka dan uang berjatuhan setelah didekati sopir truk yang melintas. Saat dia kembali ke belakang, uang sudah tak ada di jalanan. Ada sebagian warga yang mengembalikan kurang lebih Rp2,4 juta.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Kronologi Rp94 Juta Tercecer di Jalanan Bali, Korban Mengaku Lupa Tutup Rapat Tas
rupiah. shutterstock

Polisi menyelidiki video yang merekam uang tercecer di jalanan dan mencuri perhatian warga. Saat ini, sedang dipastikan lokasi kejadian sebab berdasarkan video yang viral dan laporan warga ada perbedaan lokasi.

Berdasarkan video yang viral uang tercecer ditemukan di Jl Denpasar-Singaraja. Tetapi menurut laporan warga kejadian itu di wilayah Banjar Abianbalung, Tabanan Bali.

Kapolsek Baturiti, AKP Fachmi Hamdani, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (19/12) lalu. Di hari yang sama, ada warga melapor uangnya senilai Rp94.188.000 terjatuh, tepatnya pukul 09.30 Wita.

"Ada melapor ke kita, kita terima pelaporannya kita kembangkan. Kita cari saksi, kita konstruksikan dan memang saksi membenarkan uang jatuh," kata Fachmi, saat dihubungi Jumat (25/12).

Saat itu, pelapor yang juga korban bernama, Kadek Redi Areni bersama, anaknya Putu Suci Septiani berangkat dari rumah di kawasan Kabupaten Buleleng, Bali, menggunakan motor menuju Denpasar. Uang itu dia simpan di tas warna hitam.

Pengakuannya, uang itu ada di tas ransel yang dibawa anaknya dan akan disetor ke sebuah perusahaan di Kabupaten Badung, Bali.

Pukul 11.00 Wita, korban berhenti di wilayah Bedugul dan anak korban mengambil topi dari dalam tas tersebut.

Namun, anak korban lupa menutup atau mengunci kembali tas gendong itu. Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju Denpasar.

Setibanya, di wilayah Banjar Abianluang, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, korban disalip truk warna merah. Sopir truk itu menyampaikan pada korban bahwa uang di dalam tas telah berjatuhan di jalan.

"Mendengar pemberitahuan dari sopir truk itu, pelapor kemudian berhenti dan mengecek isi tasnya dan ternyata benar uang yang ada di dalam tas sudah tidak ada lagi," imbuhnya.

Selanjutnya, korban berbalik arah dengan maksud mengecek uangnya yang terjatuh di jalanan. Namun, sudah tidak menemukan uangnya tercecer Korban syok dan lemas tetapi ditolong oleh warga Banjar Abianluang bernama Bapak Lina.

"Kemudian, karena panik pelapor langsung menuju kantor perusahaannya di daerah Darmasaba Luluk Badung, untuk melaporkan kejadian itu kepada perusahaannya. Namun, saran dari perusahaannya agar pelapor melaporkan kejadian itu ke Polsek Baturiti. Untuk kerugian Rp 94.188.000," jelasnya.

Fachmi menambahkan, setelah dilakukan pengembangan dan penyelidikan, uang itu ada yang diikat karet ada yang tidak.

"Tidak semata-mata Rp94.188.000 juta itu terburai semua, tidak. Itu ada uang perusahaan Rp63 juta. Sisanya Rp 30 jutaan itu punyanya pribadi (korban) jadi bukan semua punyanya perusahaan," ujarnya.

Korban adalah seorang sales makanan dan akan menyetor uang itu lalu berangkat dari Buleleng ke Denpasar ke perusahaannya. Karena, ada sistem di perusahaannya jika bank tutup seperti hari Sabtu boleh disetorkan secara kas.

"Karena, selama Kamis dia rutin menyetor lewat bank tapi kebetulan itu hari Sabtu bank itu tutup. Akhirnya, dia inisiatif bersama anaknya menyetor uang hasil kumpulan itu ke perusahaan, di perjalanan inilah kejadian itu terjadi," ujarnya.

"Awalnya, uang itu dipegang sama si ibu-nya di perjalanan dan dia sempat membeli buah dan mengisi BBM. Kemudian (tas itu) dipegang sama si anak dan di sekitar shortcut kilometer (Bedugul), dia (anaknya) mau mengambil topi karena sempat selfi dan sebagainya. Kemudian, (anaknya) lupa menutup resleting itu tas, si tas ini dalam posisi terbuka digendong di belakang itu," ungkapnya.

"Artinya, pengendara di situ itu lalu lalang. Kita, juga tidak tau dari mana karena ini jalan utama yang jelas uang itu hilang tercecer karena terjatuh," ujarnya.

Namun, dari pengakuan korban memang ada beberapa warga yang mengembalikan uang yang tercecer sebesar Rp 700 ribu, ada yang Rp 200 ribu yang dikumpulkan karena melihat si korban kembali ke TKP.

"Namun tidak banyak, kurang lebih Rp2.480.000. (Yang masih hilang) sekitar Rp93 jutaan kurang lebih. Yang jelas uang perusahaan itu Rp 93 juta yang harus disetor. Sisanya, uangnya dia (korban) karena sempat membelanjakan. Kita, juga tanya perusahaan tidak ada dia (korban) cacat atau mungkin pernah membikin pelanggaran atau bikin kasus, tidak ada. Jadi pelapor selaku korban juga berinisiatif mengembalikan uangnya," ujarnya.

Sementara, terkait video yang beredar pihaknya, belum bisa memastikan karena tempat kejadian berbeda.

"Kami, belum bisa memastikan di mana proses itu. Saya agak curiga juga video itu uangnya terburainya. Padahal, bentuk bundelan sisanya itu yang terbang-terbang itu," ujarnya.

Selain itu, dari berdasarkan keterangan saksi-saksi belum ada yang menyebut truk yang berhenti tapi di keterangan saksi itu tidak menyebut truk tapi menyebutkan pikap warna hitam.

"Kami tidak bisa memastikan, kami baru dapat ini videonya pagi ini. Terus juga kita tidak tau TKP-nya, karena ada pengakuan itu ada pickup yang berhenti. Berdasarkan hasil saksi belum ada yang menyebut truk yang berhenti, memang iya truk yang menghentikan ibu itu memberi tau uang itu terjatuh. Tapi di keterangan saksi itu tidak menyebut truk tapi menyebutkan pikap hitam yang berhenti. Jadi belum berani (memastikan)," ujarnya.

Rekomendasi