Kronologi loncatnya Annisa dari angkot versi polisi
Merdeka.com - Mahasiswi semester 4 Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia Annisa Azward (20) tewas setelah loncat dari KWK-U 10 jurusan Muara Angke-Sunter. Motif Annisa loncat pun masih menjadi misteri. Kini polisi masih menahan sopir angkot, Jamal bin Samsuri (37).
Berikut kronologi kasus Annisa yang disampaikan oleh Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Johari Bule kepada merdeka.com, Minggu (10/2).
Rabu (6/2) siang
Annisa naik kereta dari kampusnya menuju Stasiun Kota. Selanjutnya wanita asal Sumbar itu hendak menuju rumah saudaranya di Pademangan, Jakarta Utara. Ketika itu Annisa menumpangi KWK-U 10.
"Dari depan BNI Kota, korban naik sama empat penumpang lainnya. Sesampainya di Tanah Pasir, Pluit, semua penumpang turun, kecuali korban," kata Johari.
Kala itu sopir sempat bertanya ke Annisa, "Mau kemana dek? Dan dijawab ke Pademangan." Lalu sopir memberitahu salah jurusan. Kemudian sopir, kata Johari, kembali mengantar Annisa ke Stasiun Kota.
"Namun saat itu macet, sopir lewat jalur lain yaitu Penjagalan, sampai Pos Pol Jembatan Lima, naik ke atas menuju jalan layang, tembus Beos (Kota)," katanya.
Pukul 15.30 WIB
Annisa loncat dari angkot. Alasannya kenapa lompat masih diselidiki oleh polisi. "Kepalanya terbentur aspal," kata Johari.
Kemudian sopir angkot berhenti dan menolong korban. Annisa selanjutnya dibawa ke RS Atma Jaya dengan menggunakan bajaj. "Anggota Pos Pol Jembatan Lima mengikuti," tuturnya.
Kamis (7/2)
Masih dalam kondisi kritis, Annisa dirujuk ke RS Koja, Jakarta Utara.
Minggu (10/2)
Setelah sempat menjalani perawatan, Annisa menghembuskan nafas terakhir. "Wafat Minggu pukul 03.30 WIB," ujar Johari. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya