Kronologi Bentrokan Warga di Flores Timur Berujung 6 Orang Tewas
Merdeka.com - Sengketa tanah di kebun Wulen Wata (Pantai Bani), Desa Baobage, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, berbuntut panjang. Bentrok warga terjadi pada Kamis (5/3/), sekitar pukul 10.45 WITA di Kebun Wulen Wata. Kejadian ini mengakibatkan enam orang meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun, masing-masing korban mendatangi lokasi kebun Wulen Wata. Kedua belah pihak diketahui sudah lama bersengketa masalah lahan tersebut sejak tahun 1990-an. Tiba di lokasi, kedua pihak kemudian saling menyerang sehingga menimbulkan korban.
"Anggota Polres Flores Timur mem-backup anggota Polsek Witihama, ditambah bantuan keamanan dari aparat TNI. Hingga saat ini, aparat keamanan masih berjaga di sekitar lokasi kejadian dan mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi balasan," kata Kapolres Flores Timur AKBP Deny Abrahams saat dikonfirmasi.
Awalnya masing-masing kedua pihak menempati lokasi yang ada. Keduanya sudah berulang kali difasilitasi oleh pemerintah Kecamatan Witihama dan Polsek Adonara untuk penyelesaian persoalan, namun tidak juga menemukan jalan keluar.
Sebelumnya pada Kamis (27/2) tujuh orang dari salah satu pihak datang ke lokasi sengketa untuk menanam anakan jambu mente dan kelapa.
Kegiatan yang dilakukan tersebut menimbulkan kekecewaan warga lain. Buntutnya, hari ini warga yang kecewa mendatangi lokasi dan mengecek tanaman.
Sempat terjadi perdebatan hingga akhirnya berujung saling serang menggunakan senjata tajam, hingga jatuhnya korban jiwa.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya