KPU Sleman Siapkan Skenario Pencoblosan Pilkada dan Pilkades Bagi Pengungsi Merapi
Merdeka.com - Status Gunung Merapi menjadi siaga membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman berkoordinasi dengan BPBD terkait TPS Pilkada Sleman dan Pilkades bagi pengungsi di barak. KPU saat ini tengah menyusun skenario tentang pencoblosan Pilkada Sleman dan Pilkades.
Ketua KPU Sleman, Trapsi Haryadi menerangkan bahwa pihaknya baru akan memutuskan mengenai skenario pencoblosan Pilkada dan Pilkades bagi pengungsi pada akhir November mendatang. Trapsi menjabarkan bahwa KPU Sleman berpedoman pada peraturan PKPU nomor 8 tahun 2018. Dimana dalam peraturan tersebut, pengungsi yang akan memakai hak suaranya menggunakan TPS terdekat.
"Baru kami tentukan akhir November mendatang. Kemungkinannya adalah perpindahan pemilih. Semua yang dari Kalitengah Lor akan pindah memilih di TPS terdekat. Itu opsi sementara ini,” ujar Trapsi, Kamis (12/11).
Trapsi mengatakan, dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat di TPS kepada pengungsi yang mayoritas merupakan kelompok rentan tak berbeda dengan TPS lain. Para pemilih yang mengungsi tetap diminta membawa masker dan balpoin sendiri.
"Ketika datang ke TPS, akan diberi sarung tangan plastik sekali pakai. Saat masuk, maksimal hanya sembilan orang. Selesai mencoblos, sarung tangan itu dibuang ke tempat sampah yang kami sediakan. Sedangkan tinta yang biasa dicelupkan hanya diteteskan saja di jari,” ungkap Trapsi.
Sebagaimana diketahui, pemungutan suara Pilkada akan dilakukan pada 9 Desember mendatang. Sementara untuk Pilkades Sleman akan digelar pada 20 Desember. (mdk/gil)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya