KPK ingatkan Setnov taat hukum & penuhi panggilan besok

Selasa, 14 November 2017 18:09 Reporter : Yunita Amalia
Setnov hadiri sidang sebagai saksi. ©2017 Merdeka.com/ita

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau Setya Novanto mematuhi proses hukum penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP yang sedang berjalan. Imbauan tersebut menyusul rencana pemeriksaan Setya Novanto sebagai tersangka Rabu besok.

"Seharusnya ini menjadi bentuk kepatuhan kita terhadap hukum. Kalau kemudian dipanggil penegak hukum sebaiknya datang," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/11).

Febri mengatakan alasan Setnov menolak diperiksa penyidik KPK tidak cukup memiliki dasar. Jika merujuk pada Undang-undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3), tidak ada ketentuan imunitas terhadap anggota legislatif dalam proses penegakan hukum.

Undang-undang imunitas berlaku bagi anggota legislatif dalam hal pernyataan atau pertanyaan oleh anggota legislatif dalam menjalankan tupoksinya.

Atas pertimbangan itu, ujar Febri, pemberantasan tindak pidana korupsi tidak masuk dalam hak imunitas anggota parlemen. Mantan aktivis Indonesian Corruption Watch itu mengkhawatirkan penggunaan hak imunitas dalam proses penegakan hukum akan berdampak negatif pada upaya pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Tentu saja dalam konteks dugaan tindak pidana korupsi imunitas tidak bisa digunakan di sana. Karena berisiko sekali kalau dengan alasan imunitas, seseorang anggota DPR tidak bisa diperiksa atau lebih sulit dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi," jelasnya.

Namun demikian, Febri mengatakan pihaknya belum memastikan langkah tegas terhadap Setnov jika kembali mangkir pada pemeriksaan proses penyidikan. Sebab, sejak awal kuasa hukum Setnov, Frederich Yunadi menyarankan kliennya tidak perlu memenuhi panggilan KPK lantaran dianggap tidak punya wewenang memanggil anggota DPR dengan notabene ketua DPR.

Febri juga menyampaikan penjemputan paksa belum akan dilakukan dalam waktu dekat, meski terdapat kewenangan untuk KPK melakukan penjemputan paksa terhadap pihak pihak yang tidak kooperatif.

"Sejauh ini belum memikirkan rencana itu, karena sejauh ini KPK masih fokus terhadap pemeriksaan saksi saksi dan juga pemanggilan terhadap tersangka besok," tukasnya. [dan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.