KPK Duga Summarecon Agung Suap Haryadi Suyuti demi Izin Apartemen di Malioboro

Selasa, 21 Juni 2022 11:19 Reporter : Merdeka
KPK Duga Summarecon Agung Suap Haryadi Suyuti demi Izin Apartemen di Malioboro Mantan Wali Kota Yogyakarta ditahan KPK. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga PT Summarecon Agung sengaja menyuap Haryadi Suyuti, saat menjabat Wali Kota Yogyakarta, untuk mempercepat pembangunan apartemen di Malioboro. Dugaan itu terungkap dari pemeriksaan sejumlah saksi.

Saksi yang diperiksa yakni Direktur Bussines & Property Development PT Sumarecon Agung Syarif Benjamin, Direktur Bussines & Property Development PT Sumarecon Agung Herman Nagaria, lalu Staf Finance PT Summarecon Marcella Devita. Kemudian, Head of Finance & Accounting, Sumarecon Property Development Doni Wirawan, Head Of Finance Regional 8 PT Summarecon Amita Kusumawati, Direktur PT Java Orient Property Dandan Jaya Kartika.

Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan Haryadi Suyuti dalam kasus dugaan tindak pidana suap pengurusan perizinan di wilayah Pemerintah Kota Yogyakarta. Para saksi diperiksa pada Senin, 20 Juni 2022.

"Para saksi hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengajuan perizinan ke Pemkot Yogyakarta dan dugaan adanya aliran sejumlah uang untuk memperlancar pengurusan perizinan dimaksud," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (21/6).

2 dari 3 halaman

Empat Tersangka

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni eks Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta Nurwidhihartana, dan sekretaris pribadi Haryadi Triyanto Budi Yuwono sebagai penerima suap.

Lalu tersangka pemberi suap yakni Vice President Real Estate Summarecon Agung Oon Nusihono.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menjelaskan konstruksi kasus dugaan suap Wali Kota Yogyakarta (2017-2022) Haryadi Suyuti (HS). Menurut dia, kasus dimulai pada sekitar 2019. Saat itu, tersangka Oon Nusihono (ON) selaku Vice President Real Estate PT Summarecon Agung Tbk, melalui Dandan Jaya selaku Dirut PT JOP (Java Orient Property), mengajukan permohonan IMB (izin mendirikan bangunan). PT JOP adalah anak usaha dari PT Summarecon Agung Tbk.

"Mengatasnamakan PT JOP untuk pembangunan apartemen Royal Kedhaton yang berada di kawasan Malioboro dan termasuk dalam wilayah Cagar Budaya ke Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta," kata Alex saat jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (3/6).

Kemudian, kata Alex, proses permohonan izin berlanjut pada 2021 dan untuk memuluskan pengajuan permohonan tersebut, Oon dan Dandan Jaya diduga melakukan pendekatan dan komunikasi secara intens serta kesepakatan dengan Haryadi Suyuti yang saat itu menjabat selaku Wali Kota Yogyakarta periode 2017-2022.

"Diduga ada kesepakatan antara ON (Oon) dan HS (Haryadi) antara lain HS berkomitmen akan selalu 'mengawal' permohonan izin IMB dimaksud dengan memerintahkan Kadis PUPR untuk segera menerbitkan izin IMB dan dilengkapi dengan pemberian sejumlah uang selama proses pengurusan izin berlangsung," beber Alex.

3 dari 3 halaman

Haryadi Terbitkan Surat Rekomendasi

Dia mengungkap, dari hasil penelitian dan kajian yang dilakukan Dinas PUPR, ditemukan adanya beberapa syarat yang tidak terpenuhi, yaitu terdapat ketidaksesuaian dasar aturan bangunan khususnya terkait tinggi bangunan dan posisi derajat kemiringan bangunan dari ruas jalan.

Alex memastikan, Haryadi mengetahui terjadi kendala di lapangan. Dia pun menerbitkan surat rekomendasi yang mengakomodasi permohonan Oon dengan menyetujui tinggi bangunan melebihi batas aturan maksimal, sehingga IMB dapat diterbitkan.

"Selama proses penerbitan izin IMB ini, diduga terjadi penyerahan uang secara bertahap dengan nilai minimal sekitar sejumlah Rp 50 juta dari ON untuk HS melalui NWH (Nurwidhihartana), Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Pemkot Yogyakarta, dan TBY (Triyanto Budi Yuwono), Sekretaris Pribadi merangkap ajudan HS," papar Alex.

Atas skema itu, akhirnya pada 2022, IMB pembangunan Apartemen Royal Kedhaton yang diajukan PT JOP bisa terbit dan pada 2 Juni 2022. ON pun datang ke Yogyakarta untuk menemui HS di rumah dinas jabatan wali kota dan menyerahkan uang sejumlah sekitar USD 27.258.

“Uang itu dikemas dalam tas goodiebag melalui TBY sebagai orang kepercayaan HS dan sebagian uang tersebut juga diperuntukkan bagi NWH,” tutur Alex.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com.

Baca juga:
Geledah Kediaman Petinggi Summarecon Agung, KPK Temukan Bukti Baru
KPK Temukan Bukti Baru Kasus Suap Izin Apartemen Summarecon di Maliboro
Geledah Balai kota Yogyakarta, KPK Sita Dokumen Perizinan Proyek Apartemen
Petugas KPK Bawa 3 Koper Diduga Barang Bukti Usai Geledah 3 Ruang Pemkot Yogyakarta
KPK Bakal Panggil Direksi Summarecon Agung Terkait Kasus Eks Walkot Yogyakarta
KPK Pastikan Cek Pembukuan PT Summarecon Agung Lantaran Terlibat Dua Kasus Suap

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini