KPK Dikhawatirkan Lumpuh Bila Dewan Pengawas Tidak Proaktif
Merdeka.com - Praktisi hukum Saor Siagian berharap nantinya dewan pengawas (dewas) yang dipilih Presiden Joko Widodo alias Jokowi proaktif bekerja bersama tim penindakan dan pencegahan lembaga antirasuah.
"Kalau dewasnya tidak proaktif, hanya menunggu. Sementara yang mau dikejar ini kan maling-maling koruptor, mereka ibaratnya 'white color crime' kejahatan kerah putih. Mereka itu kan adalah orang-orang cerdas, nah dibutuhkan kecepatan," ujar Saor di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (18/12).
Saor megatakan, dewan pengawas sejatinya harus mengikuti ritme kerja tim lembaga antirasuah yang sudah lebih lama terjun dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Menurutnya, sejatinya dewan pengawas tak kaku dalam memberikan izin penyadapan, penggeledahan maupun penyitaan.
"Kalau dewas misalkan tidak memberikan izin, apa dasarnya tidak memberikan izin? Padahal kerja-kerja penyidik ini kan mereka sudah hampir 17 tahun di dalam. Saya berharap dewas itu lebih mengikuti irama dari pada penyidikan ini, supaya mengurangi kecurigaan," kata Saor.
Saor berkeyakinan apa yang dilakukan tim penindakan lembaga antirasuah bisa dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, Saor berharap dewan pengawas nantinya bisa bekerjasama dengan tim lembaga antirasuah.
"Nah kita harapkan dewas ini lebih banyak proaktif, tidak karena (posisi) dia di atas kemudian ketika meminta surat perizinan (dipersulit). Kalau, enggak saya bilang akan mati, lumpuh ini KPK," kata dia.
"Kalau sampai dewas berunding dulu. Contoh kalau yang mau ditangkap di Kalimantan sementara mereka (penyidik) sudah kejar, kalau mereka dipaksakan misalnya harus (izin) tertulis (formal) ya sudah, lari," Saor menambahkan.
Menurut Saor, jika dewan pengawas bisa bekerjasama secara baik dengan tim penindakan, maka keresahan masyarakat soal pemberantasan korupsi yang disebut akan melemah bisa hilang.
"Oleh karena itu dibutuhkan suatu kedewasaan daripada mereka (dewas), betul secara UU mereka membuat tertulis atau enggak tertulis, tapi mereka penyidik ini juga sudah punya suatu ritme kerja, nah flow-nya itu diikuti," kata Saor.
Sebelumnya, Presiden Jokowi sudah mengungkapkan sejumlah nama untuk duduk sebagai Dewan Pengawas. Namun, semua itu belum difinalisasi.
"Dewan Pengawas KPK ya nama-nama sudah masuk tapi belum difinalkan karena kan hanya 5, ada dari hakim, ada dari jaksa, ada dari mantan KPK, ada dari ekonom, ada dari akademisi, ada dari ahli pidana," kata Jokowi.
"Ada hakim Albertina Ho, itu tapi belum diputuskan loh ya, Pak Artidjo, saya ingat tapi lupa, dan belum diputuskan," lanjut dia.
Dia memastikan, orang-orang yang terpilih sebagai Dewan Pengawas KPK adalah orang-orang yang baik. "Saya kira itu namanya ya nanti ditunggu sehari saja kok, yang jelas nama-namanya nama yang baik lah, saya memastikan nama yang baik," ujar Jokowi.
Reporter: Fachrur Rozie
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya