Korupsi pengadaan Alquran memperburuk citra DPR

Jumat, 6 Juli 2012 14:13 Reporter : Yacob Billi Octa
Korupsi pengadaan Alquran memperburuk citra DPR Gedung DPR. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Terbongkarnya kasus korupsi pengadaan Alquran menambah catatan hitam buruknya mental anggota dewan di negeri ini. Padahal, mayoritas rakyat di Indonesia ini adalah muslim.

Dosen Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, Teguh Kurniawan mengatakan bobroknya mental anggota dewan karena kesalahan mempelajari ilmu politik. "Pendidikan masyarakat terkait sistem politik itu harus dilakukan perbaikan. Padahal pendidikan masyarakat itu yang mendukung tindakan anti korupsi," kata Teguh kepada wartawan usai diskusi perspektif Indonesia 'korupsi Alquran penanda moral yang rusak parah (?)' di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (6/7).

Selama ini masyarakat salah menilai politik hanya sebagai mesin yang mengantarkan seseorang pada puncak kekuasaan, padahal politik juga bertujuan untuk mendatangkan sebesar-besarnya pengaruh dalam mewujudkan pemerintahan berpihak untuk rakyat.

"Upaya mengubah pendidikan masyarakat itu penting. Pendidikan sistem politik harus dilakukan perbaikan," lanjutnya.

Selain itu, buruknya sistem birokrasi harus direformasi. Contoh kecil, kata Teguh, rekruitmen kader baru pada suatu partai politik harus mulai diubah. Tidak lagi berdasarkan finansial, tetapi harus memiliki integritas dan kompetensi.

"Sekarang aja PNS masuk harus bayar, gimana coba," keluhnya. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Korupsi Alquran
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini