Usai erupsi gunung Ile Lewotolok, Minggu (29/11) kemarin, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengirimkan logistik ke Kabupaten Lembata, guna memenuhi kebutuhan warga yang mengungsi.
Kepala BPBD NTT Thomas Bangke mengatakan, terdapat 26 desa dari dua kecamatan yang terdampak langsung erupsi Ile Lewotolok. Warga telah dievakuasi dan mengevakuasi diri secara mandiri ke tempat pengungsian maupun rumah keluarga.
"Sampai dengan tadi malam itu ada 4.483 pengungsi yang tersebar di enam titik, yakni kantor bupati lama, aula anggara, kelurahan Lewoleba Tengah, Desa Tapolango, Desa Baupana dan kantor BKD," kata Thomas, Senin (30/11).
Menurut Thomas, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda Lembata terkait kebutuhan mendesak warga, berupa air bersih, sanitasi, tenda darurat serta makanan siap saji.
"Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur melalui penegasan gubernur dan kita telah lakukan koordinasi penguatan kepada kabupaten, dan hari ini saya sudah lakukan pertemuan dengan balai wilayah provinsi, untuk mengirim beberapa alat termasuk bantuan air bersih, sanitasi, tenda dan beberapa perlengkapan lain," jelasnya.
Masih menurut Thomas, 5.000 masker juga dikirim untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di tengah bencana erupsi gunung Ile Lewotolok.
"Besok helikopter BNPB akan membawa bantuan dari dinas-dinas lain berupa makanan dan minuman siap saji," tutupnya.