Korban banjir di Mojokerto keluhkan penerangan di tempat pengungsian
Merdeka.com - Ratusan warga Lingkungan Keboan, Kelurahan Gununggedangan, Kota Mojokerto, hingga malam ini tetap bertahan di lokasi pengungsian, eks pabrik plastik di by pass Mojokerto, Selasa (21/2). Warga belum berani pulang, lantaran air masih menggenangi rumanya setinggi 80 sentimeter.
"Kita tetap bertahan di sini sampai banjir yang menggenangi rumah sudah surut," kata Hariyanti, salah satu warga ditemui di tempat pengungsian, Selasa (20/2) malam.
Menurutnya, ada sekitar 600 orang dan anak anak yang masih bertahan. Semuanya warga Lingkungan Keboan, Kelurahan Gununggedangan.
"Semua warga Lingkungan Keboan masih bertahan di sini," katanya.
Di tempat pengungsian, warga mengeluhkan minimnya penerangan. Sebab, tempat yang digunakan gudang bekas pabrik itu tidak ada instalasi listrik. Sementara kebutuhan makanan dan minuman, ada dapur umum sederhana yang bisa digunakan warga memasak makanan instan.
"Lampu tidak ada mas, kondisi di sini gelap. Khawatir kalau ada hewan berbisa. Kalau kebutuhan makan dan minum tidak sampai kurang," jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto, Mas'ud Yunus mengatakan, Pemkot Mojokerto sudah menyiapkan anggaran tak terduga untuk mengatasi masalah banjir senilai Rp 1,4 miliar. Ini untuk kebutuhan dan penanganan masalah banjir secara keaeluruhan.
"Sudah kita siapkan anggaran tak terduga senilai Rp 1,4 miliar untuk mengatasi persoalan banjir di Kota Mojokerto," kata Masud Yunus, usai menengok pengingsi di Lingkungan Keboan.
Diketahui, banjir susulan menerjang sedikitnya 3 Kecamatan di Kota Mojokerto dan 3 Kecamatan di Kabupaten mojokerto, Selasa (21/2). Ribuan rumah terendam dan ratusan warga terpaksa diungsikan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya