Kontak Tembak dengan KST di Kiwirok, Anggota Satgas Nemangkawi Luka di Dada

Kamis, 30 September 2021 12:03 Reporter : Nur Habibie
Kontak Tembak dengan KST di Kiwirok, Anggota Satgas Nemangkawi Luka di Dada Evakuasi Warga Distrik Kiwirok Oleh Satgas Nemangkawi. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Seorang anggota Satgas Nemangkawi, Inspektur Satu (Iptu) Budi Basra mengalami terluka usai terlibat baku tembak dengan Kelompok Separatis Teroris (KST) Ngalum Kupel pimpinan Lamek Alepki Taplo. Kontak tembak itu terjadidi Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa (28/9) sekitar pukul 06.40 sampai dengan 08.30 Wit.

"Luka tembak di dada dalam kondisi sadar Iptu Budi Basra. (Dan Unit Satgas Nemangkawi Polri/Belukar)," kata Kepala Operasi Nemangkawi Brigjen Ramdani Hidayat saat dikonfirmasi, Kamis (30/9).

Ramdani mengatakan, Iptu Budi luka usai terkena serpihan peluru. Meski terkena luka tembak, Ramdani memastikan personelnya itu tak meninggal dunia.

"Enggak meninggal, luka kena serpihan saja," ujar Ramdani.

Iptu Budi langsung dievakuasi petugas lain memakai Heli Bell Polri 412/P-3003 setelah mengalami luka tembak. "Evakuasi luka tembak di dada dalam kondisi sadar Iptu Budi Basra. (Dan Unit Satgas Nemangkawi Polri/Belukar) mengunakan Heli Bell Polri 412/P-3003 / Pilot Kompol Triadhi," ungkapnya.

Ternyata, saat sedang ingin melakukan evakuasi. Helikopter yang piloti oleh Kompol Triadhi ini mendapatkan gangguan tembakan dari KST tersebut.

"Melaksanakan pengecekan Helly dan ditemukan lubang di bagian bawah sheet co pilot yang mengakibatkan kerusakan pada sistem elektik outo pilot. Bekas tembakan di bagian propailer bawah," jelasnya.

Untuk Iptu Budi Basra sendiri saat ini sudah dibawa ke RS Polri Jayapura untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

"(Iptu Budi dibawa ke) RS Polri Jayapura," tutupnya.

Kapolri Usul Korban Naik Pangkat

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membesuk personel yang menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua. Dia juga menjanjikan kenaikan pangkat.

Berdasarkan keterangan tertulis Divisi Humas Polri, ada tiga anggota Polri yang menjalani perawatan tersebut, yakni Iptu Budi Basrah, Bharatu Yakob Tengkoe, dan Briptu Kenny Carlos Julian Kipuw.

Sigit menyempatkan diri berbincang dengan prajuritnya yang terluka, ditemani keluarga dan dokter yang merawatnya. Sigit menanyakan kondisi salah satu anggota Polri yang baru selesai menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru.

Setelah mengetahui kondisi anggotanya yang terluka, Sigit meminta jajaran dokter yang merawat agar terus memantau dan memberikan yang terbaik. Serta mengapresiasi atas pengorbanan dan keberanian anggota Polri yang menjalankan tugas negara di Bumi Cendrawasih.

"Tetap semangat! Terima kasih. Kamu sudah luar biasa. Kita bangga punya prajurit seperti kalian," kata Kapolri kepada anggota Polri yang sedang dirawat.

Selain memberikan motivasi dan semangat ke anggota yang tengah terluka, mantan Kabareskrim Polri ini juga menyerahkan bantuan kepada pihak keluarga anggota untuk meringankan beban keluarga.

Tidak hanya itu, Sigit pun meminta polda setempat untuk memberikan penghargaan kepada personel yang berjasa dengan menaikkan pangkat anggota tersebut.

"Kamu pangkatnya apa?" tanya Sigit kepada Bharatu Yakob Tengkoe.

"Bharatu, Jenderal," jawab Bharatu Yakob Tengkoe.

Kapolri mengusulkan Bharatu Yakob Tengkoe bisa naik pangkat menjadi bharaka secepatnya. Hal tersebut diamini oleh pejabat Polda Papua yang hadir mendampingi.

Dari keterangan pejabat Polda Papua, Sigit mendapatkan informasi bahwa sudah ada usulan kenaikan pangkat Bharatu Yakob Tengkoe.

Mantan Kabareskrim Polri itu menyebutkan kondisi ketiga anggotanya yang terluka dalam operasi pengamanan di Papua sudah membaik.

"Kondisinya sudah membaik dan semoga cepat pulih. Untuk keluarga, supaya tabah," ucapnya. [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini