Kondisi Anak Suspek Hepatitis Akut di RSUP Wahidin Makassar Semakin Membaik

Sabtu, 14 Mei 2022 13:20 Reporter : Ihwan Fajar
Kondisi Anak Suspek Hepatitis Akut di RSUP Wahidin Makassar Semakin Membaik Pemkot Kediri datangi sekolahan untuk tingkatkan kewaspaan pada hepatitis akut. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi kesehatan anak berusia 9 tahun yang suspek Hepatitis akut semakin membaik. Tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar terhadap anak tersebut.

Pelaksana Teknis Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Wahidin Sudirohusodo, dr Nu'man AS Daud mengaku berdasarkan hasil observasi dan evaluasi tim yang merawat anak yang suspek hepatitis mengalami perkembangan sangat baik. Hal tersebut berdasarkan sejumlah parameter pemeriksaan yang menunjukkan kondisi pasien semakin baik.

"Alhamdulillah semakin hari semakin baik setelah dapat perawatan. Parameter menunjukkan perkembangan yang bagus salah satunya kita nilai adalah anak ini tidak ada demam lagi, kemudian makannya juga semakin bagus," ujarnya kepada wartawan di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sabtu (14/5).

Selain itu, enzim hati juga menunjukan pertanda baik. Ia menjelaskan kondisi enzim hati anak tersebut dari awalnya 1000, sudah turun menjadi di bawah 500.

"Tidak ada penanganan secara spesifik khusus, tapi sama dengan penanganan hepatitis pada umumnya. Kesimpulannya bahwa perkembangannya sampai saat ini tidak menunjukkan suatu keadaan perkembangan hepatitis yang lebih jelek," kata dia.

Nu'man menambahkan pihaknya belum bisa memastikan apakah anak yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) tersebut mengidap hepatitis akut atau bukan. Meski demikian, ia menduga anak tersebut terinfeksi penyakit Rubella.

"Hingga saat ini kita tidak menemukan adanya virus hepatitis A, B, dan C yang biasa menginfeksi pada ada anak-anak maupun orang dewasa. Satu-satunya parameter sekali lagi ada infeksi Rubella," bebernya.

Meski demikian, pihaknya masih menunggu konfirmasi pasti dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ia mengatakan sudah mengirimkan sampel pemeriksaan anak tersebut untuk diteliti di laboratorium.

"Kita masih menunggu konfirmasi pasti, karena kita tahu kasus ini adalah wabah nasional dan kita tidak mengharapkan seandainya hepatitis yang tidak diketahui lalu kita kembalikan dan bisa menularkan ke lainnya kan itu akan bisa menimbulkan suatu keadaan yang lebih buruk," tegasnya.

Olehnya itu, pihaknya masih melakukan perawatan dan belum mengizinkan anak suspek Hepatitis Akut tersebut pulang meski kondisi kesehatannya sudah semakin membaik.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso menyebut ada satu pasien rujukan dari Polman, Sulbar yang suspek hepatitis. Meski demikian, Bachtiar mengaku belum bisa memastikan karena belum ada diagnosa pasti.

"Itu belum hepatitis virus akut. Saya sudah bicara sama dokter yang periksa, belum ada diagnosa pasti," tuturnya.

Bachtiar mengaku pasien terindikasi hepatitis tersebut berusia 9 tahun. Ia menjelaskan kondisi pasien tersebut mengalami kekuningan pada kulitnya.

"Kondisinya agak kekuningan kulitnya. Tapi setelah diperiksa dokter, lebih mendekati pada Rubella. Adakan kemarin kita campak Rubella, untuk memastikan apakah dia menderita hepatitis akut atau misterius itu, harus berhari-hari harus dilakukan pemeriksaan. Belum bisa ditentukan (hepatitis akut atau Rubella)," tegasnya. [rhm]

Baca juga:
Kemenkes: Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Terbanyak Berasal dari Jakarta
RSPI: Pasien Hepatitis Akut Terbuka Kemungkinan Transplantasi Hati
Kemenkes: 9 Kasus Hepatitis Akut di Indonesia Masuk Kriteria 'Pending'
Wagub DKI Konfirmasi Ada 14 Kasus Hepatitis Akut di Jakarta
IDI: Jika Anak Tunjukkan Gejala Hepatitis Akut, Segera ke Rumah Sakit
RSPI: Ada 18 Kasus Bergejala Hepatitis Akut di Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini