Kompolnas sebut pungli penerimaan polisi terjadi di semua daerah
Merdeka.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen Purnawirawan Bekto Suprapto menyebut isu pungutan liar dalam penerimaan polisi telah berkembang di masyarakat. Bahkan, rumor masuk polisi harus mengeluarkan uang kemungkinan terjadi di seluruh daerah.
Hal itu diungkapkan Bekto saat berkunjung ke Mapolda Sumsel, Rabu (5/4). Menurut dia, pemeriksaan terhadap 15 perwira dan pegawai negeri sipil (PNS) Polda Sumsel baru-baru ini telah menjawab rumor tersebut.
"Rumor jadi polisi harus bayar, itu benar. Kemungkinan, bukan saja di Polda Sumsel, tapi bisa terjadi di mana saja," ungkap Bekti.
Dikatakannya, para terperiksa telah mencoreng nama baik instansi polri yang mulai terbentuk. Namun, Mabes Polri mesti mengembangkan lagi kasus ini hingga mampu mengungkap siapa saja yang terlibat.
"Siapa saja pelakunya harus diungkap semua, pelaku harus bertanggung jawab karena perbuatannya," ujarnya.
Namun, Bekto enggan menyebutkan sanksi bagi anggota yang terlibat. Paling tidak, dia mengatakan harus menunggu kesimpulan dari pemeriksaan Propam Mabes Polri.
"Nanti tunggu seperti apa, jangan disimpulkan dulu," kata dia.
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait hasil pemeriksaan terhadap 15 anak buahnya. Begitu juga dengan tempat digelarnya sidang disiplin nanti.
"Kita tunggu saja, di mana digelar, di sini atau di Mabes. Sekarang masih proses pemeriksaan," tukasnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya