Komplotan Ramlan enam kali merampok di Sukabumi
Merdeka.com - Ramlan Butar-Butar, kapten perampokan disertai pembunuhan sadis di Pulomas, tewas setelah didor polisi. Ramlan merupakan residivis dan sudah bolak balik keluar masuk penjara sejak 2001. Dia memiliki rekam jejak perampokan di sejumlah daerah. Salah satunya di Sukabumi, Jawa Barat.
"Dari catatan kami, perampokan yang dilakukan komplotan Ramlan terjadi pada 2007 lalu. Komplotan ini memang dikenal sadis dan sudah enam kali melakukan perampokan di enam TKP berbeda," kata Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rustam Mansur di Sukabumi, seperti dilansir Antara, Sabtu (31/12).
Dari catatan Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota, enam perampokan tersebut dilakukannya pada 26 Maret di salah satu rumah di Pelabuan II nomor 116. Kemudian pada 30 Mei di gudang PT Subur Jaya Makmur Lestari, Jalan Pabuaran nomor 51.
Selanjutnya pada 10 Agustus 2007 beraksi di Jalan Jendral Sudirman nomor 41, 20 September di Jalan Pelabuan II nomor 287 Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, 3 Oktober di Komplek Duta Parigi, Jalan Parigi RT 05/08 nomor 61 Kecamatan Warudoyong dan pada 23 Nopember di Cisadea nomor 2 RT 01/08 Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole.
"Seluruh aksinya tersebut dilakukan di Kota Sukabumi dan dilakukan pada 2007. Akibat perampokan itu seluruh korbannya merugi hingga ratusan juta rupiah," tambahnya.
Rustam mengatakan tidak lama dari aksinya terakhir, jajaran Satuan Reskrim Polres Sukabumi Kota berhasil menangkap komplotan ini dan menyita tiga senjata api yakni jenis FN kaliber 9 mm, S&W kaliber 38 mm dan jenis Baretta kaliber 9 mm.
Dia menceritakan, Ramlan menjadi otak perampokan dengan gerombolannya yakni Erwin Situmorang, Lindung Tampubolon, F Leonard Marpaung, Saidi Ambri Napitupulu, Wartho Luki Purba, Luhut Toga Torup dan Henok Silaen.
Saat menjalankan aksi kejahatan, komplotan ini selalu mempersenjatai diri dengan senjata api dan tajam, persis seperti saat menjalankan aksinya di rumah mewah milik Dodi Triono, warga Pulomas, Jakarta Timur.
Komplotan ini juga dikenal sadis karena tidak segan melukai korban jika melawan. Ini untuk mempermudah mereka melakukan aksinya. Setiap korbannya hampir selalu dimasukan ke dalam WC atau kamar mandi dengan tangan terikat. Barang berharga yang biasa menjadi incaran komplotan ini yakni perhiasan emas, telepon seluler, barang elektronik serta barang berharga lainnya milik korban. Setiap aksinya, Ramlan cs, sebelumnya melakukan pemetaan wilayah.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya