Komnas PA beri trauma healing ke murid korban pencabulan guru di Depok
Merdeka.com - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan pihaknya akan mendampingi korban dan pelaku pencabulan yang terjadi di SDN Tugu 10 Depok. Pendampingan yang dilakukan adalah dengan memberikan terapi psiko sosial. Sehingga bisa menghilangkan trauma pada korban serta mencegah korban menjadi pelaku di kemudian hari.
"Terapi ini harus dilakukan untuk mencegah korban menjadi pelaku nantinya. Kita juga memberikan healing pada korban," kata Arist di Polresta Depok, Jumat (8/6).
Dia pun mengingatkan pada orang tua untuk tetap waspada. Pasalnya pelaku kejahatan adalah orang terdekat. Baik itu keluarga, saudara maupun tenaga pendidik. "Pelaku kejahatan adalah orang terdekat. Ini yang harus diwaspadai oleh orang tua," tukasnya.
Kedepan juga perlu dilakukan evaluasi terhadap predikat Kota Layak Anak yang disematkan pada Kota Depok. Mengingat kasus terhadap anak masih terus terjadi di Depok. Dirinya pun akan melakukan kordinasi dengan Walikota Depok untuk membuat rumusan agar tercipta Depok yang benar-benar ramah anak.
"Untuk memutus mata rantainya kita akan kordinasi dengan Pemkot Depok untuk membuat program," paparnnya.
Dia juga mengkritisi soal manajemen sekolah dalam perekrutan tenaga pendidik honorer. Menurutnya manajemen sekolah perlu ditingkatkan untuk melakukan pengamanan sehingga hal serupa tidak terjadi.
"Manajemen sekolah harus ditingkatkan untuk pengamanan sekolah. Kalau dari kami tentunya tidak ada kompromi untuk tindak kejahatan anak."
Sebelumnya, WAR (23) guru honorer mata pelajaran Bahasa Inggris di SDN Tugu 10, Depok dilaporkan ke polisi oleh wali murid.
Ia ketahun mencabuli murid-muridnya. Korban disinyalir berjumlah hingga 15 orang siswa.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya