Komnas HAM Sebut Pelaku Penyerangan Air Keras Andrie Yunus Belasan Orang, Dorong Peradilan Umum Selain Militer

Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian, mengungkapkan jumlah pelaku yang terindikasi terlibat tidak hanya empat orang, melainkan lebih banyak.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Komnas HAM Sebut Pelaku Penyerangan Air Keras Andrie Yunus Belasan Orang, Dorong Peradilan Umum Selain Militer
Komnas HAM Sebut Pelaku Penyerangan Air Keras Andrie Yunus Belasan Orang, Dorong Peradilan Umum Selain Militer (Merdeka.com)

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyampaikan hasil investigasi terbaru terkait kasus dugaan pelanggaran HAM dalam penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian, mengungkapkan jumlah pelaku yang terindikasi terlibat tidak hanya empat orang, melainkan lebih banyak.

“Per hari ini, kita punya indikasi lebih dari empat lebih dari empat, ada indikasi lebih dari empat,” kata Saurlin saat jumpa pers di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai jumlah pelaku, Saurlin menyebut indikasinya mencapai belasan orang. Namun, ia belum dapat mengungkap angka pasti karena proses pendalaman masih berlangsung.

“Ya belasan,” jelas dia.

Komnas HAM Cari Jalur Selain Peradilan Militer

Terkait jalur peradilan yang menjadi perhatian masyarakat sipil dan korban, Komnas HAM menyatakan tengah mengupayakan agar penanganan perkara tidak hanya melalui peradilan militer. Komisioner Komnas HAM, Pramono Ubaid, menegaskan jangan sampai peradilan militer menjadi satu-satunya jalan untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku.

“Makanya kita melakukan pendalaman beberapa alat-alat bukti lain untuk membuka ruang, jangan-jangan ada jalur lain, yang bisa kita lakukan untuk memastikan bukan hanya empat orang tetapi potensi-potensi, pelaku lain yang terindikasi bisa tetap diminta pertanggung jawaban,” tegas Pramono.

“Pada prinsipnya dari Komnas HAM, kita ingin memastikan bahwa siapapun pihak yang terlibat di dalam peristiwa penyiraman terhadap Saudara Andri Yunus,” imbuhnya.

Andrie Diserang di Kawasan Salemba

Sebagai informasi, Andrie Yunus diserang oleh orang tak dikenal dengan cairan air keras pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Salemba, Jakarta. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga mencapai 20 persen.

Belakangan, berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui empat pelaku yang telah teridentifikasi merupakan anggota BAIS TNI. Mereka masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES.

Dalam rekaman CCTV, keempat pelaku terlihat telah mengikuti aktivitas Andrie hampir sepanjang hari sebelum serangan terjadi. Namun hingga saat ini, identitas lengkap maupun sosok para pelaku tersebut belum diungkap ke publik.

Rekomendasi