Kolaborasi Pemkab Barru Unhas: Pengentasan Kemiskinan Melalui Inovasi Peternakan Produktif

Pemerintah Kabupaten Barru dan Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin kolaborasi strategis untuk pengentasan kemiskinan di Barru, Sulawesi Selatan, dengan memperkenalkan paket teknologi peternakan produktif, termasuk ayam ALOPE Unhas-1.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kolaborasi Pemkab Barru Unhas: Pengentasan Kemiskinan Melalui Inovasi Peternakan Produktif
Pemerintah Kabupaten Barru dan Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin kolaborasi strategis untuk pengentasan kemiskinan di Barru, Sulawesi Selatan, dengan memperkenalkan paket teknologi peternakan produktif, termasuk ayam ALOPE Unhas-1. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, telah menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Kolaborasi Pemkab Barru Unhas ini secara spesifik bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah Barru dengan memanfaatkan potensi sektor peternakan dan pertanian produktif.

Penandatanganan PKS yang berlangsung di Makassar pada Minggu, 4 Januari, menjadi momentum penting dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui kesepakatan ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk memperkenalkan paket teknologi inovatif yang berpusat pada pengembangan ternak unggulan seperti ayam ALOPE Unhas-1 dan itik.

Program ini juga akan mengintegrasikan berbagai jenis tanaman produktif untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri di tingkat rumah tangga. Paket teknologi tersebut dirancang khusus untuk diintroduksikan kepada rumah tangga yang tergolong rentan miskin, dengan harapan besar dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan serta kemandirian ekonomi mereka.

Dekan Fakultas Peternakan Unhas, Syahdar Baba, menjelaskan bahwa inti dari kerja sama ini adalah pemanfaatan inovasi ayam ALOPE Unhas-1. Ayam ini telah resmi dirilis oleh Kementerian Pertanian sebagai salah satu galur ayam kampung unggul nasional, menunjukkan kualitas dan potensi genetiknya yang tinggi.

Keberadaan ayam ALOPE Unhas-1 ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen Unhas dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan pertama, yaitu Tanpa Kemiskinan. Inovasi berbasis riset ini diharapkan mampu menjadi pendorong utama dalam pengentasan kemiskinan di Barru.

Lebih lanjut, Fakultas Peternakan Unhas juga aktif mendorong Pemerintah Kabupaten Barru untuk segera mendirikan unit pembibitan ayam ALOPE Unhas-1 di daerahnya. Inisiatif ini krusial agar Kabupaten Barru dapat mencapai kemandirian dalam penyediaan bibit ayam, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah dan menciptakan ekosistem peternakan yang berkelanjutan.

Selain fokus pada pembibitan, pengembangan inovasi pakan berbahan baku lokal juga menjadi perhatian utama. Tujuannya adalah untuk menekan biaya produksi secara signifikan, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk ayam yang dihasilkan oleh peternak lokal.

Syahdar Baba juga memaparkan perkembangan pembangunan fasilitas breeding ayam ALOPE Unhas-1 yang saat ini masih dalam proses. Fasilitas ini direncanakan akan memiliki kapasitas awal produksi Day Old Chick (DOC) sebesar 500 ekor per pekan, menandai dimulainya fase produksi massal.

Target produksi DOC ini diproyeksikan akan meningkat dua kali lipat menjadi 1.000 ekor per pekan pada bulan September 2026. Peningkatan kapasitas ini sangat penting untuk memastikan ketersediaan bibit ayam yang memadai bagi rumah tangga penerima manfaat, mendukung skala program yang lebih besar.

Secara keseluruhan, program kolaborasi Pemkab Barru Unhas ini memiliki target ambisius untuk meningkatkan pendapatan bagi sekitar 150 rumah tangga rentan miskin di Kabupaten Barru. Angka ini menunjukkan fokus yang jelas pada dampak sosial ekonomi langsung kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Ahmad, memastikan bahwa implementasi program akan mendapatkan pengawalan ketat dari tim teknis khusus yang telah dipersiapkan oleh dinas terkait. Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Barru, Syahrir, menekankan urgensi pelatihan komprehensif bagi para pendamping lapangan. Pelatihan ini esensial guna memastikan proses introduksi teknologi kepada rumah tangga penerima manfaat berjalan optimal, efektif, dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi