Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

KNKT Cari Strategi Temukan CVR Pesawat Lion Air JT 601

KNKT Cari Strategi Temukan CVR Pesawat Lion Air JT 601 Black box Lion Air. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNTK) saat ini akan fokus menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10) lalu.

CVR ini diperlukan untuk mengetahui percakapan pilot sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Termasuk apa saja upaya yang dilakukan pilot di dalam kokpit saat membawa pesawat tersebut terbang dari Jakarta menuju Pangkal Pinang.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya bersama BPPT melakukan operasi senyap atau tanpa memberi tahu media terkait upaya pencarian CVR ini.

"Sengaja kami tidak memberi tahu wartawan, kami silent operation. Kami ingin benar-benar memastikan apakah pinker CVR tersebut ada atau tidak. Kami kemarin sampai mengadakan simulasi ada satu pinker kita ikat di pipa dan masukkan ke dalam lumpur. Terus kita coba kita dengarkan dan ternyata masih bisa dideteksi," katanya di Gedung Kementerian Perhubungan, Senin (12/11) sore.

Percobaan yang dilakukan tersebut mematahkan asumsi yang menyebut pinker CVR tak akan bekerja jika terbenam dalam lumpur.

"Artinya kalau sekarang pinker tidak bekerja kemungkinan waktu pesawat mengalami kecelakaan si pinker ini juga mengalami kerusakan. Atau sudah ada leaks sehingga pada saat pertama lama-lama makin lama dan sekarang hilang. Jadi asumsi-asumsi yang sebelumnya kita pikirkan kemungkinan di dalam lumpur sehingga suaranya tidak bisa didengar itu sudah hilang. Karena di tempat kita sudah melakukan pengujian bahwa meskipun di dalam lumpur tidak masalah," paparnya.

CVR, lanjut Soerjanto, sangat diperlukan dalam proses investigasi. Melalui rekaman dalam CVR, akan dapat diketahui bagaimana komunikasi pilot dan kopilot di dalam kokpit. Informasi dari CVR juga akan dikaitkan dengan data dari FDR yang lebih dulu ditemukan.

"Jadi data CVR ini kalau dibuka akan lebih banyak mengamati human faktornya. Kenapa reaksi krunya seperti ini, maka dIperlukan CVR," jelasnya.

Walaupun operasi pencarian tim SAR selesai, tim SAR tetap membantu KNKT mencari CVR ini di dasar laut. Ada 10 penyelam yang dilibatkan dan satu kapal untuk alat transportasi dari pelabuhan ke titik jatuhnya pesawat. Upaya lainnya, KNKT juga akan mendatangkan kapal yang dilengkapi ROV canggih.

"ROV itu akan dilengkapi dengan sensor sonar, multibeam magneto dan sub bottom profiling. Sub bottom profiling ini sangat penting ketika nanti reget-reget yang di dasar laut yang besar sudah kita bersihkan. Kita akan melakukan dengan sub bottom profiling untuk mencari benda-benda yang masih di dalam lumpur. Jadi alat ini yang kita harapkan bisa menemukan seandainya black box atau CVR masuk ke dalam lumpur, kami akan bisa mendeteksi kira-kira dimana lokasi yang akan kita cari. Mudah-mudahan CVR bisa cepat kita temukan," pungkasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP