Dua klub sepak bola terkemuka dari Liga Korea Selatan, Pohang Steelers dan Jeonbuk Reserves, baru-baru ini menggelar pemusatan latihan intensif di Bali, Indonesia. Kegiatan prestisius ini berlangsung di fasilitas modern Bali United Training Center Gianyar, secara nyata menunjukkan daya tarik Pulau Dewata sebagai destinasi olahraga internasional yang kompetitif. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara tegas menyoroti kehadiran mereka sebagai bukti nyata kekuatan sport tourisme Indonesia yang terus berkembang.
Pemilihan Bali sebagai lokasi latihan bukan tanpa alasan yang kuat. Selain ketersediaan fasilitas olahraga yang sangat memadai, keindahan alam dan kekayaan budaya Bali yang telah mendunia menjadi daya tarik utama bagi kedua tim. Kondisi ini sangat sejalan dengan visi Kemenpora untuk menjadikan sport tourisme sebagai salah satu penggerak utama roda perekonomian nasional yang berkelanjutan.
Kehadiran klub-klub sepak bola besar ini diharapkan dapat semakin mempromosikan Indonesia sebagai pusat sport tourisme global yang menarik. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, sebelumnya telah menekankan pentingnya upaya menguatkan sektor wisata olahraga dengan melakukan pemetaan potensi cabang olahraga yang menjadi daya tarik di setiap daerah. Ini merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan potensi yang ada.
Advertisement
Advertisement
Bali, Destinasi Unggul untuk Pemusatan Latihan Internasional
Pohang Steelers dan Jeonbuk Reserves secara khusus memilih Bali United Training Center di Gianyar sebagai lokasi pemusatan latihan mereka. Fasilitas ini membanggakan sembilan lapangan berstandar internasional yang tersebar di lahan seluas hampir 31 hektar, menjadikannya pilihan yang sangat ideal bagi klub-klub profesional yang mencari kualitas terbaik. Keputusan penting ini diambil setelah melalui proses perbandingan ketat dengan berbagai negara lain di kawasan Asia Tenggara, menunjukkan keunggulan komparatif Bali.
Pelatih kepala Pohang Steelers, Tae-ha Park, secara terbuka mengungkapkan kepuasannya yang mendalam setelah menjalani latihan selama tiga pekan penuh di Bali. Ia bahkan menyatakan kemungkinan besar akan memprioritaskan Bali United Training Center sebagai tujuan utama untuk pemusatan latihan di tahun-tahun mendatang. Pengalaman positif ini menjadi testimoni kuat bagi kualitas infrastruktur olahraga dan keramahan layanan di Pulau Dewata.
Selain fasilitas latihan yang mumpuni, Bali juga secara alami menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa, serta basis penggemar sepak bola yang antusias dan besar. Kombinasi unik ini menciptakan lingkungan yang sangat kondusif tidak hanya untuk pengembangan fisik dan taktik tim, tetapi juga untuk pengalaman budaya yang mendalam dan berkesan. Hal ini semakin memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourisme yang komprehensif dan menarik.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Infrastruktur Medis dan Visi Kemenpora dalam Sport Tourisme
Keunggulan Bali sebagai destinasi sport tourisme juga diperkuat oleh ketersediaan fasilitas kesehatan kelas dunia yang modern. Bali International Hospital (BIH) di Sanur, misalnya, menyediakan perawatan medis canggih dan responsif bagi atlet yang mungkin mengalami cedera selama latihan atau pertandingan. Ketersediaan layanan kesehatan prima ini memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan yang optimal bagi tim-tim internasional yang datang berkunjung.
Kemenpora secara aktif dan konsisten mendorong kemajuan sport tourisme sebagai salah satu pilar utama penggerak roda perekonomian nasional. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir telah menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memperkuat sektor wisata olahraga dengan melakukan pemetaan potensi cabang olahraga yang spesifik di berbagai daerah. Ini menunjukkan pendekatan strategis dan terencana dari pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis olahraga.
Erick Thohir juga menekankan bahwa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai objek wisata biasa, tetapi juga dapat dioptimalkan secara maksimal sebagai arena olahraga yang menantang dan menarik. Dengan demikian, sport tourisme tidak hanya berhasil menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia, tetapi juga secara signifikan menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan. Inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang baru yang luas bagi pengembangan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews