KLHK Pergoki Aktivitas Tambang Ilegal di Samarinda, 2 Orang Jadi Tersangka

Sabtu, 17 Agustus 2019 02:04 Reporter : Saud Rosadi
KLHK Pergoki Aktivitas Tambang Ilegal di Samarinda, 2 Orang Jadi Tersangka Tambang batu bara ilegal di Samarinda. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Wilayah II Samarinda Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, memergoki aktivitas tambang batu bara ilegal di kampung Muang, Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur. Dua orang dijebloskan ke penjara.

Kedua pelaku, Z (51) dan A (58), diketahui masing-masing bertindak sebagai pemodal/penanggung jawab operasional dan pengawas lapangan. Tidak ada perlawanan saat tim memergokinya.

Selain mengamankan keduanya, tim KLHK juga menyita eksavator Komatsu PC 300, menyegel tambang seluas kurang lebih 3 hektare, dan juga 1 kantong plastik sampel batu bara.

"Kami hentikan aktivitas tambang ilegal itu hari Selasa (13/8) kemarin, sekitar jam 12 siang," kata Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan Subhan, Jumat (16/8).

Dijelaskan, penindakan berawal dari upaya tim KLHK memverifikasi pengaduan yang diterima pada 16-20 Juni 2019. Di mana pada 16 Juni 2019, memang ditemukan adanya kegiatan penambangan batu bara ilegal.

"Kemudian, tanggal 13 Agustus kemarin itu, kembali menemukan aktivitas serupa, sekaligus melakukan penghentian operasional di lapangan. Pemeriksaan awal, aktivitas itu tidak memiliki izin lingkungan atau dokumen lingkungan. Bahkan tidak memiliki IUP (Izin Usaha Pertambangan), dan izin produksi," tegas Subhan.

Penyidik menjerat tersangka Z dan A, dengan pasal 98 (1), pasal 109 junto pasal 116 UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun. "Denda Rp 3 miliar dan maksimal Rp 10 miliar," terang Subhan.

Terungkapnya kasus itu, lanjut Subhan, merupakan buah kerja sama dan sinergi Balai Gakkum Kalimantan, bersama Polda Kaltim, Polresta Samarinda serta Dinas Lingkungan Hidup Samarinda. "Penyidik masih terus mendalami kasus ini, mengungkap kemungkinan pihak lain ikut terlibat," demikian Subhan. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Tambang
  2. Samarinda
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini