KKP Soroti Fenomena Banyak Penyu dan Paus Terdampar di Jatim dan Bali
Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyoroti banyaknya kejadian penyu dan paus terdampar di pesisir Jawa Timur dan Bali. Di pesisir Bangkalan, Madura, pada Februari lalu ditemukan 45 Paus Tombak terdampar dan akhir Maret seekor Paus Orca mati di pesisir utara Banyuwangi.
Sementara Januari lalu ditemukan 2 penyu mati di Pantai Kedonganan, Kuta, Bali dan satu di Gilimanuk, Jembrana, Bali sekitar sebulan kemudian. Sedangkan di Banyuwangi berkali-kali penyu dilaporkan terdampar, di antaranya di pesisir Pulau Santen dan Pantai Pulau Merah.
Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar di bawah KKP, Permana Yudiarso, mengatakan kematian mamalia laut dan penyu yang dilindungi itu merupakan isu internasional. Pihaknya berupaya menangani fenomena itu dengan pendekatan sains untuk mengetahui apa penyebabnya dan aksi nyata yang nantinya akan direkomendasikan.
"Akhir-akhir ini ditemukan sejumlah penyu terdampar di Bali, sebagian di pantai Banyuwangi. Teman-teman kedokteran hewan yang ahli forensik itu meneliti apa kira-kira, besok akan dipublikasi apa temuan-temuannya. Apakah kondisi lingkungan laut tercemar atau seperti apa, atau ada pengaruh apa," kata Yudi melalui sambungan seluler, Selasa (6/4).
Beberapa kemungkinan bisa menjadi penyebab matinya hewan-hewan laut dilindungi itu, di antaranya sampah plastik dan pencemaran di laut, serta iklim. Dia mengatakan uji nekropsi juga tes patologi dan parasit di laboratorium oleh tim dokter hewan akan memberikan petunjuk lebih lengkap.
Misalnya kasus Orca yang terdampar di Banyuwangi telah diketahui dalam kondisi sakit sebelum mati. Hal itu diperlihatkan adanya pendarahan di dalam usus. Namun apa penyakitnya, penyebabnya dan sejak kapan diderita ikan tersebut membutuhkan hasil uji laboratorium.
"Paus ini kan bukan menetap di satu tempat, dia migrasi kemana-mana. Artinya kenanya (bisa saja) bukan di daerah kita, kebetulan melintasi daerah kita dan kondisinya sudah seperti itu," kata Yudi.
Bila terjadi lagi ada mamalia laut yang terlihat di perairan dangkal, dia mengimbau agar nelayan menghalaunya ke tengah laut. Namun bila sudah dihalau, mamalia laut tetap menuju tepi, kemungkinan besar dia memang sekarat dan bertindak sesuai perilaku alaminya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya