Aksi KKB itu terjadi pada hari ini Minggu (4/2).
Komitmen membangun Tanah Papua benar-benar diwujudkan pada berbagai sektor dan bidang oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah sampai pada tingkat Kampung.
Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua, pembangunan di areal perbatasan Negara berupa Pos Lintas Batas, pembangunan bidang ekonomi, sosial budaya, dan pendidikan serta bidang sektor lainnya.
Advertisement
Hal ini seiring juga dengan tingginya partisipasi masyarakat Papua dalam pembangunan yang menunjukkan bahwa masyarakat Papua ingin hidup lebih maju dan sejahtera.
Kondisi ini dapat dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pertumbuhan ekonomi Papua pada Triwulan III/2023 mengalami pertumbuhan sebesar 8,28 persen, jika dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kondisi ini diapresiasi karena pertumbuhan Papua melampaui pertumbuhan nasional.
Namun sangat disayangkan, dengan semangat yang begitu besar dan tinggi agar Papua lebih maju dan sejahtera, terhambat dan dicederai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tidak berhenti melakukan teror.
Membakar sekolah dan membakar rumah warga dan fasilitas lainnya. Menyerang dan menembak serta membunuh warga sipil dan aparat keamanan.
Advertisement
Seperti halnya terjadi pada hari ini Minggu (4/2), diperoleh informasi di lapangan bahwa gerombolan KKB dengan sengaja memutus akses Jalan Trans Sugapa-Titigi di Kabupaten Intan Jaya.
Advertisement
Ulah KKB ini mengganggu aktivitas masyarakat.
"Memang benar KKB tidak ingin Papua maju membangun kesejahteraan masyarakat Papua. Terbukti hari ini, telah memutus jalan Trans Sugapa-Titigi di Kabupaten Intan Jaya," ucap Ws. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan, Senin (5/2).
Tindakan KKB sudah keterlaluan. Sebab mempersulit akses dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Advertisement
"Bukannya membantu masyarakat, justru KKB mempersulit masyarakat. Bukan mendukung pembangunan kesejahteraan masyarakat, namun malah menghambat pembangunan," ujar Letkol Inf Candra Kurniawan.