Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kisah Sukses Sejumlah Mantan Napiter di Soloraya Binaan BIN

Kisah Sukses Sejumlah Mantan Napiter di Soloraya Binaan BIN Kisah Sukses Sejumlah eks Napiter di Soloraya Binaan BIN. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sehari menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75, sejumlah mantan narapidana teroris (eks napiter) berkumpul di Pondok Pesantren Wirausaha Agro Bisnis Abdurrahman Bin Auf, Desa Bulan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah. Mereka menghadiri acara 'Ngopi Bareng Eks Napiter' Bersama Deputi VII Badan Inteligen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto .

Ada belasan eks napiter dan deportan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman setelah keluar dari penjara dan kembali ke masyarakat. Problem yang sama dihadapi para eks napiter adalah sulit diterima kembali di masyarakat.

"Setelah keluar itu sulit diterima di masyarakat, ada yang takut atau bahkan membenci dan mengucilkan kita," ujar Ari Budi Santosa (37), warga Baturono Solo.

Pria yang kini cukup sukses berbisnis kue dan beternak di Klaten tersebut mengaku terlibat bom Cirebon. Kini setelah 7 tahun dipenjara, dia tekun menjalani usahanya bersama keluarga. Ari mengaku memilih kembali bersama keluarga dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada kesempatan tersebut, Ari mendapatkan bantuan seekor kambing bibit unggul dari BIN.

Ungkapan senada dikemukakan Paimin. Pria 39 tahun asal Desa Maron, Kelurahan Karanganyar, Sambung Macan, Sragen ini mengaku terlibat racun Kemayoran tahun 2011. Setelah menjalani hukuman, Paimin mengaku selalu ingat keluarga dan ingin bertaubat kembali ke masyarakat.

"Ketika di dalam yang saya rasakan, saya ingin selalu kumpul satu keluarga. Saya ingatnya hanya anak dan anak, enggak ada yang lain. Sesampai di rumah, Alhamdulilah saya diterima masyarakat dengan baik sampai membikinkan saya rumah. Itu yang membuat saya semangat sampai saat ini," katanya.

Saat ini, Paimin mengaku bisa membina kelompok masyarakat sekitar untuk berkarya khususnya budidaya ikan, dalam wadah PLS (peduli lingkungan sekitar). Selain BIN, Paimin mengaku mendapatkan support dari dinas terkait di Kabupaten Sragen. Pada kesempatan tersebut Paimin mendapatkan bantuan berupa uang pembinaan.

Kisah sukses lainnya dialami Priyatmo alias Mamo. Ia merupakan mantan narapidana kasus kepemilikan senjata yang diselundupkan dari Filipina ke Indonesia melalui Pulau Sebatik, Nunukan, Kalimantan Timur, pada 2011. Saat ini Priyatmo telah memiliki usaha sendiri melalui program PopWarung dan berbagai usaha lainnya yang berlokasi di kampungnya Kecamatan Jenawi, Karanganyar.

Wawan Hari Purwanto mengemukakan, menghadapi paham radikal yang telah ditanamkan dalam diri para terpidana pelaku terorisme, BIN memiliki cara paling jitu yang sukses membawa perubahan dan merintegrasi para eks napiter. Sehingga mereka menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan keluarganya guna menangkal aksi terorisme lanjutan.

"Melalui pembinaan menyeluruh dan mempertimbangkan pada bagaimana menciptakan kembali sosok paling berbahaya tersebut menjadi pribadi yang paling bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan pada akhirnya bagi NKRI," katanya.

Menurut dia, salah satu cara pembinaan oleh BIN terhadap para eks Napiter, selain pembinaan dan edukasi sehingga memiliki keterampilan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan, adalah dengan membangun komunikasi seperti yang dilakukan saat ini.

"Segala bentuk kesulitan dan kerja keras yang dilakukan oleh BIN kini telah menuai hasil yang sangat baik. Hal ini dapat dilihat dengan kehidupan para eks napiter yang kita bina sudah menjadi sosok kini bermanfaat bagi masyarakat. Dengan membangun kembali kehidupannya yang baru sebagai masyarakat tentram dan mencintai negerinya," katanya.

"Para eks napiter seharusnya tidak dikucilkan. Kalau tidak di rangkul dan di bimbing, akan sangat berpotensi kembali ke kelompok jaringan teroris," imbuhnya.

Salah satu cara untuk merangkul ala BIN, dikatakannya, adalah dengan memberikan edukasi serta pelatihan rutin. Kemudian diimplementasikan melalui pemberdayaan usaha kecil menengah (UKM) yang di berikan pada mereka.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP