Kisah Pengungsi Afghanistan Menggelandang di Jakarta karena Paspor Dicuri

Selasa, 9 Juli 2019 20:06 Reporter : Merdeka
Kisah Pengungsi Afghanistan Menggelandang di Jakarta karena Paspor Dicuri Imigran di Kebon Sirih. ©2019 Liputan6.com

Merdeka.com - Wajahnya tetap semringah walau sudah menggelandang di jalanan selama hampir 3 bulan. Dia adalah Massoome (27), imigran asal Afghanistan yang mencari perlindungan di Kebon Sirih, Jakarta, Indonesia.

Seraya memeluk anaknya yang aktif dan masih berumur 10 bulan, Massoome menceritakan perjalanannya hingga tiba di Ibu Kota.

"Saya datang bersama suami dan anak saya, kami bertiga datang dengan pesawat," tuturnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (9/7).

©2019 Liputan6.com

"Paspor kami hilang diambil seseorang. Dia mengaku mau bantu kami, dan pergi membawa identitas kami. Saya kebingungan, dan saya menunggu kabar dari UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees)," lanjutnya dengan wajah pilu.

Namun, Massoome kembali tersenyum saat menuturkan pengalamannya selama menggelandang. Sembari duduk hanya beralaskan tikar seadanya, dia mengaku bahwa warga Jakarta telah memperlakukan keluarganya dengan cukup baik.

"Orang-orang Indonesia baik. Mereka sering memberi kita makanan dan uang saat lewat," ceritanya.

Meski begitu, dia tahu bahwa dirinya tidak bisa tinggal selamanya di Indonesia. Walau Indonesia salah satu negara yang membolehkan mereka bersinggah, Massoome tahu bahwa dia harus pergi suatu saat nanti.

Harapannya, dia dan keluarganya bisa segera mendapatkan negara tujuan sebagai tempat tinggal, serta bantuan biaya dari UNHCR. "Kami tidak bisa pilih mau ke negara mana. Kami hanya bisa menunggu kabar dari UNHCR. Saya akan tunggu terus di sini sampai saya mendapat kabar," ujarnya.

Walau menggelandang, Massoome mengaku tetap bisa membersihkan diri dan memandikan anaknya. Hal ini dilakukannya di masjid yang ada di sekitar Kebon Sirih.

"Kami bisa mandi di masjid. Kalau mau charge baterai HP, kami juga bisa lakukan di masjid," ucapnya sambil bercanda.

"Biasanya kami duduk berjejer sambil charge HP, ngobrol bareng sama yang lain. Kami sangat dibantu dengan masjid yang ada di sini," sambung Massome.

Dia mengaku, dirinya tetap bersyukur walau harus menggelandang. Setidaknya, dia dan keluarganya aman di Indonesia. Dia pun berterima kasih kepada warga Jakarta yang telah membantunya.

Sebab, Amerika yang tadinya adalah tujuannya, tidak menerima imigran. "Susah kalau mau ke Amerika. Tidak ada izinnya," dia mengakhiri.

Reporter: Ratu Annisa Suryasumirat

Sumber: Liputan6.com [bal]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini