Kisah orang-orang 'sakti' di Indonesia

Selasa, 16 Oktober 2018 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah orang-orang 'sakti' di Indonesia Orang sakti. ©2018 Merdeka.com/Getty Images/E+/Roberto A. Sanchez

Merdeka.com - Banyak cerita tentang orang-orang 'sakti' di Indonesia. Kedengarannya memang tidak masuk akal. Tapi cerita tentang orang sakti ini tersebar ke masyarakat luas.

Ada yang percaya dan tidak dengan cerita orang-orang sakti ini. Berikut petikan cerita-cerita orang sakti di Indonesia:

1 dari 3 halaman

John Chang yang bisa sembuhkan orang

John Chang. ©2018 Merdeka.com/Indo magic

Pria asal Surabaya ini dikenal sebagai Dynamo Jack atau Majusi Jawa. Ia sangat dikenal di kalangan praktisi neigong. Chang ditemukan pada 1980-an oleh seorang awak film di Surabaya. Saat itu, ia mengaku bisa menyembuhkan orang dengan menggunakan chi. Caranya, chi dialirkan melalui dua tangannya ke dalam tubuh pasien dalam bentuk kejutan listrik.

Dengan kemampuan chi menurut yin dan yang, ia juga diduga mampu mendorong atau menarik dari kejauhan, menghentikan tembakan peluru senapan angin dengan tangan, dan bahkan membakar sesuatu dengan tangan kosong.

Chang menjelaskan kalau chi tidak terbaca karena keberadaanya bukanlah dalam bentuk listrik. Kini Chang menghilang setelah ketenarannya di Barat.

2 dari 3 halaman

Mbah Boncolono tolong orang pakai ilmu sakti

Mbah Boncolono. ©2018 Liputan6.com/Dian Kurniawan

Mbah Boncolono sangat dikenal di Kediri, Jawa Timur. Kesaktian dan ilmunya dipergunakan untuk menolong kaum lemah saat penjajahan Belanda. Mbah Boncolono selalu membagi hartanya pada rakyat. Harta itu ia didapat dari kolonial Belanda. Karena sepak terjangnya itulah masyarakat menyebutnya dengan nama panggilan Maling Gentiri.

Nasib Mbah Boncolono sungguh tragis. Ia dibunuh oleh Belanda. Kepala dan tubuhnya dikubur terpisah. Konon kisahnya untuk mengalahkan kesaktian Maling Gentiri, tubuhnya harus dipisahkan. Sebab jika tidak Maling Gentiri itu dipercaya akan hidup kembali. Meski begitu Mbah Boncolono dianggap gugur sebagai kesatria dalam membela rakyat kecil.

3 dari 3 halaman

Kesaktian orang Mandar

Ilustrasi dukun. ©shutterstock.com

Orang Mandar zaman dulu dikenal memiliki kesaktian. Letaknya di Pulau Sugi, empat kilometer dari pusat kota Pulau Laut Tanjung Selayar, Kalimantan Selatan. Konon pulau ini tempat berkumpulnya orang sakti. Di pulau ini dikenal dengan ilmu hitamnya. Tokoh paling tua di pulau ini, Pua Janggo, menjelaskan ada yang namanya ilmu Doti. Ilmu ini digunakan untuk membunuh lawan, biasanya berbentuk seperti telur bercahaya menyerang badan target.

Di atas doti ada ilmu Padang Pakkar. “Tapi kalau padang pakkar itu ngeri. Tidak berbentuk, hanya embusan angin orang bisa mati,” kata dia.

Orang Mandar juga mengenal ilmu kanuragan dan peletnya. Di Gosong Panjang, sekitar 20 kilometer dari Pulau Sugi, ada tiga tokoh terkenal, yaitu Kamatuna, Calolo dan Pua Salehani.

“Pua Salehani itu jika ada orang pamer kekuatan badik di hadapannya, langsung dia ambil dan kasih bengkok itu besinya,” jelasnya.

Sementara Kamatuna dan Calolo dikenal keberanian mereka. Jika dua orang ini marah, hampir dipastikan tidak ada yang berani melawan. Baru suara bentakan mereka mampu membuat ciut nyali lawan. “Semua ilmu itu dari Mandar,” kata Pua Janggo. [has]

Baca juga:
Pasangan penguin sesama jenis diberi telur adopsi
Cerita orang-orang yang pura-pura mati untuk mengelabui penjahat
Cerita unik para pejabat Indonesia berpindah-pindah jabatan
Cerita warung Ibu Nengah, langganan pemulung di tengah TPA Suwung Denpasar
Cara unik warga Pattingaloang, Makassar rayakan HUT RI dengan bakar ikan bersama
Kisah kembar di Yogyakarta bernama RI 1 & RI 2, sering dikira bercanda

Topik berita Terkait:
  1. Cerita Unik
  2. Fakta Unik
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini