KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kisah inspiratif pedagang otak-otak bikin rental buku gratis

Senin, 19 Juni 2017 08:31 Reporter : Abdul Aziz
Pedagang otak-otak Anton Wibowo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Terhitung tiga bulan sudah, Anton Wibowo (30) melakoni aktivitas peminjaman buku gratis sembari menjajakan barang dagangan otak-otak mengendarai motor bebek bututnya. Sejak bulan Ramadan tiba, ia memutuskan melakukan dua kegiatan itu di alun-alun Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap usai salat tarawih. Anton tak sendiri, tiga sahabatnya kini membantunya menggelar gratis rental buku yang mereka sebut “#Sidareja Membaca”.

Sabtu (17/6) malam, terhitung sudah 20 hari rental gratis buku digelar di alun-alun tersebut. Secara sederhana, ratusan buku yang mayoritas novel ditata beralas baliho bekas. "Meminjamkan buku secara cuma-cuma kami anggap bersedekah ilmu," kata Anton yang malam itu ditemani Syarifudin (25) saat ditemui Merdeka.com.

Anton bercerita, ia memulai meminjamkan buku gratis karena kesukaan membaca semata. Awalnya saat berkeliling menjajakan otak-otak, ia kerap membawa beberapa buku di kantung plastik yang ia cantelkan di gagang kemudi motor. Tak ia sangka, beberapa buruh pabrik di tempat ia mangkal berjualan otak-otak tertarik meminjam buku.

"Dari situ setiap berjualan saya lalu membawa buku untuk saya pinjamkan. Merasa senang saja melihat orang baca buku," ungkapnya.

Mendapati antuasiasnya buruh-buruh pabrik meminjam buku-buku bacaan, Anton lantas terpantik membuat gerakan membaca. Ia lalu mengajak salah satu sahabatnya, Syarifudin, membuat gerakan membaca. Ide ini muncul mendekati bulan puasa, sehingga Anton dan Arif lalu berkeputusan menggelar lapak peminjaman buku gratis di alun-alun saban malam selama Ramadan.

"Peminjamnya kebanyakan tetap buruh-buruh pabrik. Sehari bisa lima orang pinjam," ujarnya.

Rental buku gratis ini dimulai dari koleksi pribadi Anton dan Arif. Anton menyumbang 40 buku dan Arif punya 10 buku. Dua teman lain, Rizki Nur (20) guru TPQ dan Achmad Mucharor (17) pelajar, lantas ikut bergabung dan buku-buku makin bertambah. Empat pemuda ini lalu bergantian mencatat para peminjam yang tertarik membaca buku, mereka mencatat nama, nomor telepon, alamat peminjam, judul buku dan memberi waktu peminjaman satu buku selama satu minggu.

"Selama Ramadan, Anton juga mangkal jualan otak-otak di sini. Sampai jam 10 malam biasanya kami gelar peminjaman buku," ujar Arif menambahkan keterangan.

Arif sendiri, mantan operator alat berat. Ia mengaku tak banyak membaca buku seperti Anton, tetapi lewat meminjamkan buku ingin berbuat baik. Gerakan rental buku gratis yang digagas Anton, ia tanggapi sebagai jalan pertaubatan.

"Dulu saat masih kerja, hidup saya terasa gak ada maknanya. Mabuk sama keluyuran. Saya pingin berbuat baik, tapi gak tahu melalui apa?" kata Arif.

Arif juga percaya, orang-orang yang membaca buku tergolong orang-orang baik. Karena itu, dengan berkegiatan merental buku ia menganggap akan selalu berada di antara orang-orang baik. Bahkan ia berharap, nantinya kegiatan ini juga bakal berkembang sampai ke kegiatan mengulas buku-buku tertentu.

"Kalau saya sukanya buku sejarah Islam. Pinginnya nanti usai Ramadan ada kegiatan mengulas buku. Jadi bisa belajar bareng," ungkapnya. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.