Kisah Haru Orangtua, Menangis Memeluk Anak yang Tertangkap Polisi Karena Tawuran

Para pelajar kini diamankan di Polsek Pesanggrahan untuk dilakukan pembinaan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kisah Haru Orangtua, Menangis Memeluk Anak yang Tertangkap Polisi Karena Tawuran
Remaja yang hendak tawuran di kolong jembatan tol Ulujami, meminta maaf kepada orang tua. (merdeka.com)

Delapan siswa yang hendak melakukan aksi tawuran di kolong jembatan jalan tol Ulujami, berhasil diamankan Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

"Ada 8 (delapan) pelajar SMA Hang Tuah Kebayoran Lama diamankan, karena akan melakukan tawuran di kolong Tol Ulujami," kata Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam dalam keterangannya, Minggu (9/2).

Seala menjelaskan, para pelajar kini diamankan di Polsek Pesanggrahan untuk dilakukan pembinaan setelah sebelumnya terindikasi terlibat tawuran pelajar pada hari Rabu, 5 Februari 2025, sekitar pukul 17.30 WIB.

"Pihak sekolah dan orang tua sepakat untuk lebih aktif dalam mengawasi serta membina siswa. Dan apa yang terjadi menjadi contoh untuk siswa lainnya," jelasnya.

Seala menyebut, aksi tawuran ini sangat menjadi atensi Korps Bhayangkara. Hal ini karena dinilai bisa melukai hingga menghilangkan nyawa orang lain.

"Pelajar yang terlibat diberikan penjelasan terkait konsekuensi hukum pidana yang akan dikenakan dan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya," sebutnya.

Dari foto dan video yang diterima, mereka yang tertangkap itu terlihat meminta maaf kepada orangtuanya masing-masing. Bahkan, para orangtuanya itu nampak menangis.

Sambil menangis, orangtua yang mayoritas ibu itu nampak sambil memeluk anaknya, mengelus-elus kepalanya hingga pundak dari anak tersebut.

Tak hanya itu, Seala juga terlihat langsung berbicara kepada orangtua pelajar tersebut hingga siswa yang tertangkap saat hendak melakukan tawuran.

Rekomendasi