Dito mengungkapkan, penyelenggara menyiapkan sementara kesiapan untuk evakuasi sementara
Advertisement
Saat ini, negeri gingseng tengah dilanda cuaca panas yang menyebabkan peserta di beberapa negara mengalami masalah kesehatan.
"Jadi menurut laporan, penyelenggara menyiapkan sementara kesiapan untuk evakuasi sementara. Sementara belum ada penarikan (kontingen), tapi kita akan mengikuti perkembangan secara ketat,"
kata Dito kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/8).
Advertisement
merdeka.com
Selain itu, Dito memastikan, kontingen Indonesia dalam keadaan sehat. Hal ini dipastikan setelah dirinya menghubungi langsung para peserta Jambore.
"Sudah ada dikoordinasikan dengan panitia penyelenggara. Per malam ini saya sudah kirim jajaran Kemenpora yang dipimpin Deputi 1 Kemenpora, staf khusus Kemenpora dan asisten Deputi Kepramukaan untuk terbang ke Korea Selatan untuk meninjau langsung dan memastikan kontingen Indonesia yang berjumlah hampir 1.700 lebih itu aman dan berjalan lancar," tegasnya. "Semua sehat. Tadi saya video call dengan para peserta yang kebetulan bergender wanita dan mereka sangat antusias," pungkasnya.
Advertisement
Advertisement
"Saya sudah perintahkan kepada Kemenlu kepada kedutaan kita untuk selalu memonitor untuk selalu memantau," kata Jokowi saat ditemui di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Senin (7/8).
Meski begitu, Jokowi telah memerintahkan agar para peserta dari Indonesia bisa di pulangkan kembali. Sebagai upaya pencegahan, walaupun kondisi cuaca di sana belum sampai indikasi membahayakan. "Sampai saat ini tidak ada yang disampaikan itu membahayakan dan kita harus apa. Membawa pulang kembali," kata Jokowi.
Ketua Kontingen Gerakan Pramuka Indonesia untuk Jambore Dunia ke-25 di Korea Selatan, Mayjen TNI Marinir (Purn) Yuniar Ludfi, mengungkap, cuaca panas memang sedang melanda Negeri Gingseng. Tetapi sebagai orang yang hidup di iklim tropis, ini bukanlah tantangan besar bagi kontingen Indonesia.
Advertisement
"Saya berada di lapangan sejak hari pertama sampai saat ini, juga ikut tidur di tenda termasuk beberapa pimpinan kuartir nasional yang lainnya. Dari 1.500 lebih Kontingen Indonesia, yang sakit sampai harus dirujuk ke rumah sakit hanya kurang dari 10 orang. Penyebab sakit pun dikarenakan cedera ringan karena mengikuti kegiatan fisik dan sudah ditangani dengan baik," kata Yuniar dalam keterangannya, Minggu (6/8).