Khotbah Jumat di Bengkulu bakal diseragamkan untuk cegah ISIS

Selasa, 12 Agustus 2014 14:28 Reporter : Mohamad Taufik
Khotbah Jumat di Bengkulu bakal diseragamkan untuk cegah ISIS Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). ©REUTERS

Merdeka.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu berencana menyeragamkan muatan khotbah salat Jumat untuk mencegah terbentuknya jaringan gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di daerah itu.

"Kami mulai merancang muatan khotbah Jumat, dan akan menyebarkannya ke seluruh Provinsi Bengkulu," kata Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Suardi Abbas di Bengkulu, Selasa (12/08).

Seperti diberitakan Antara, muatan naskah khotbah yang direncanakan pihaknya bertujuan meluruskan dan memberikan pemahaman ke masyarakat tentang ajaran Islam.

"Islam itu adalah 'rahmatan lil alamin' (rahmat bagi seluruh alam) bukan radikalisme, kekerasan atau berbentuk terorisme," ujarnya.

Menurut Abbas, upaya itu diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai Islam sepenuhnya, sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang memiliki kepentingan tertentu.

"Selain itu kami juga mendorong seluruh ormas juga ikut berpartisipasi untuk mencegah pergerakan ISIS. Hal tersebut kami harapkan dari dai dan mubalig," ucapnya.

Sementara itu, Selasa (12/8) pagi, seluruh unsur masyarakat di Provinsi Bengkulu, difasilitasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Bengkulu menyatakan penolakan terhadap pergerakan ISIS.

"Pernyataan ini ditandatangani oleh MUI Bengkulu, tokoh agama, adat, dai dan ulama se Provinsi Bengkulu, termasuk Kemenag kabupaten dan kota," katanya.

Deklarasi tersebut menurut dia guna menyikapi isu yang berkembang baik secara internasional maupun nasional terhadap gerakan radikal yang dilakukan ISIS.

"Ada tujuh poin penting pernyataan yang disepakati bersama, dan ini akan kita realisasikan bersama, poin penting tersebut memuat penolakan terhadap ISIS, mengajak seluruh unsur melakukan pencegahan, dan memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa tindakan radikal tidak sesuai dengan ajaran agama dan bertentangan dengan NKRI," ujarnya. [mtf]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini