Khofifah Tinjau Kondisi Warga Dikarantina di Stadion Jember
Merdeka.com - Kabupaten Jember diklaim memiliki ruang karantina untuk para pemudik terbesar se Indonesia. Sebab, Stadion Jember Sport Garden lah yang dipakai oleh Pemkab setempat untuk mengkarantina seluruh pemudik yang datang ke Jember.
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, di ruang karantina terbesar se Indonesia ini, Pemkab Jember menyediakan setidaknya 486 tempat tidur untuk para pemudik. Untuk saat ini, kapasitas tersebut sudah terisi setidaknya oleh 382 orang.
"Ini merupakan tempat karantina terbesar, se Indonesia bahkan," ujarnya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (29/4).
Melalui teleconference, ia pun berbincang dengan Forkopimda setempat dan sebagian para penghuni. Dalam kesempatan itu, Gubernur sempat bertanya terkait dengan apa saja yang terjadi selama di tempat karantina itu, termasuk pengelolaannya.
Diwakili oleh dokter Eko mengatakan, di tempat karantina tersebut banyak kegiatan yang dilakukan oleh mereka yang sedang dikarantina. Mulai olah raga militer, aerobik, hingga bermain sepakbola meski dalam keadaan memakai masker.
"Kami melaporkan ibu Gubernur, di sini mereka kami ajak untuk senam militer, ada juga yang aerobik, dan ada juga yang bermain sepak bola," jawabnya saat ditanya Gubernur.
Disaat yang sama, Khofifah pun bertanya pada beberapa orang yang dikarantina di tempat tersebut. Salah satunya adalah Rodiah, warga Jember yang baru datang dari negeri Maladewa.
Dalam kesempatan tersebut Rodiah mengaku sudah 4 hari berada di tempat karantina itu. Ia pun menyatakan terimakasihnya pada Khofifah karena mendapatkan paket sarung dan kurma yang dikirimkan oleh Gubernur.
Uniknya, saat hendak mengakhiri pembicaraan dalam teleconference, Rodiah sempat meminta sesuatu saat dalam masa karantina ini.
"Mohon maaf bu Gubernur. Saya hanya mau memberikan masukan saja. Di sini kalau bisa ditambah lauk sama sayurnya. Sayurnya saja juga tidak apa-apa. Karena sayurnya sedikit di sini, tidak cukup," pintanya.
Menanggapi hal ini, Khofifah pun menyanggupinya. Namun ia menganulirnya dengan alasan, sayur lebih baik didapatkan di Jember dari pada harus dikirim dari Pemprov. Ia pun menawarkan mengganti sayur dengan telur.
"Kita kirim telur saja ya. Kalau sayur nanti lebih baik dari sana (Jember) saja. Nanti kita koordinasikan lagi ya mbak Rodiah. Telur banyak mengandung protein," tegasnya.
Sementara itu, di Jember sendiri, dari 382 orang yang di karantina, 310 diantaranya adalah laki-laki, sedangkan sisanya 72 orang adalah perempuan. Sedangkan secara keseluruhan, di Jatim hingga Rabu ini, orang yang sudah masuk karantina berjumlah hingga 3.829 orang.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya